Pantai Untuk Berenang Di Malang
Ketika bertemu dengan perairan seperti pantai, maka kamu pasti memiliki keinginan untuk mencoba berenang bukan? akan tetapi ketika kamu melakukan wisata di pantai wisata yang ada di Jawa Timur tidak semua pantai bisa digunakan untuk berenang. Hal ini disebabkan karena pantai yang ada di Malang biasanya memiliki ombak yang besar. Bagi anda yang ingin mencoba kegiatan berenang, maka berikut ini adalah beberapa rekomendasi pantai yang paling cocok digunakan untuk berenang dan bermain air saat berada di Malang.
Pantai Tiga Warna
Salah satu pantai yang paling cocok digunakan untuk kegiatan berenang adalah Pantai Tiga Warna. Pantai ini merupakan pantai yang berlokasi di Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang.
Pantai ini merupakan salah satu pantai yang masuk wilayah konservasi, oleh karena itu setiap orang yang datang kesini harus mengikuti peraturan ketat yang diselenggarakan oleh penyelenggara kegiatan wisata di pantai ini. … Read more
Pantai Jawa Timur: Pantai Unik Di Malang
Selain memiliki pantai yang sangat indah aneh juga bisa menemukan pantai bagus di Jawa Timur yang memiliki banyak keunikan. Beberapa pantai yang memiliki keunikan di Jawa Timur antara lain adalah :
| Baca juga: Pendakian ke Mahameru, Beratnya Menuju Puncak #5
Pantai Balekambang
Pantai unik di Malang pertama yang akan kami rekomendasikan untuk dikunjungi saat kamu berwisata ke Jawa Timur adalah Pantai Balekambang. Pantai ini merupakan pantai yang memiliki nuansa mirip dengan pantai-pantai yang ada di Bali. Pantai ini dilengkapi dengan sebuah pulau kecil yang terkoneksi dengan jembatan alami. Pulau yang berada di Pantai Balekambang ini disebut dengan pulau Ismoyo. Pulau ini merupakan sebuah pulau yang menjadi rumah dari mereka penganut Hindu kuno yang beribadah di Pura Luhur Amerta Jati.
Pantai Batu Bengkung
… Read more
Pendakian Ke Puncak Mahameru, Beratnya ke Puncak #5 (end)
| Artikel sebelumnya: Pendakian Ke Mahameru, Menuju Kali Mati #4
Sebelum Pendakian Puncak Mahameru saat siang hari di Kalimati, setelah tenda berdiri dan makanan siap saji berupa mie rebus matang serta teh manis dan kopi hangat siap minum. Kami berlima menikmati suasana siang menjelang sore hari dengan makan dan minum di dalam tenda.
Setelah semua kenyang masing-masing dari kita ada yang tidur-tiduran, melihat-lihat sekitar dan merokok sambil menikmati kopi di tenda. Sedangkan aku duduk-duduk didalam tenda mengobrol dengan senior-senior sambil menikmati teh hangat. Saat mengobrol kita juga brefing dan mempersiapkan perlengkapan untuk mendaki dini hari nanti sekitar jam 00.00.
Hal-hal yang aku persiapkan waktu itu, senter, air mineral botol tanggung dan tas kecil. Sedangkan untuk pakaian aku mempersiapkan celana hangat berbahan woll, Masker pelindung Debu, Kerpus dan jaket polar yang terlihat jadul pinjaman dari Mas Wid, hehehee..
Nge-Camp di
… Read morePendakian Ke Puncak Mahameru, Menuju Kali Mati #4
Artikel sebelumnya: Pendakian Ke Puncak Mahameru, Ranu Kumbolo #3

Taman Lavender dilihat dari Cemoro Kandang
Setelah beristirahat di atas Bukit Tanjakan Cinta, kita segera melanjutkan perjalanan menuju Kali Mati. Saat perjalanan pendakian Puncak Mahameru ini, sebelum sampai Kali Mati kita melewati beberapa Pos yakni, Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, Jambangan dan terakhir Kali Mati (Batas Pendakian Gunung Semeru).
Menuju Cemoro Kandang
Saat menuju cemoro kandang kita sempat berfoto sejenak diatas bukit kecil sebelum turun dan melewati lembah atau taman Bunga Lavender. Dari atas bukit ini terlihat Indah sekali Puncak Mahameru, bukit savana, Hutan Pinus atau Cemara dan hamparan luas taman Bunga Lavender tepat dibawah bukit.
Setelah selesai berfoto-foto dibukit kita berlima langsung bergegas menuruni jalan setapak menuju taman Bunga Lavender. Taman bunga ini merupakan hamparan luas Bunga Lavender dan terdapat jalan setapak di tengah-tengahnya seperti di film-film Bollywood, wkwkwk..
… Read more
Pendakian Ke Puncak Mahameru, Ranu Kumbolo #3
| Artikel sebelumnya: Pendakian Ke Mahameru, Ranu Pani #2
Pendakian puncak Mahameru masih setengah perjalanan, udara pagi di Ranu Kumbolo begitu dingin menusuk tulang, suara burung cerkicauan dan suara angin berhembus menerpa pintu tenda yang terbuka sedikit. Setelah kurang lebih 8 jam kedinginan didalam tenda, dan kurang lebih 4 jam tertidur pulas. Akhirnya jam 5 pagi aku mencoba keluar tenda, bukan untuk melihat sunrise tapi untuk buang air kecil, hehee..
Etika Mengambil Air di Rakum
Setelah buang air aku melihat cahaya kemerahan diantara dua bukit di Ranu Kumbolo, ternyata mentari segera keluar menunjukan eksistensinya. Aku segera kembali ketenda dan mengambil HP untuk mengabadikan tiap momen matahari terbit di Ranu Kumbolo.
Saat masuk tenda ternyata para suhu dan senior sedang tidur nyenyak dan aku tidak berani membangunkannya. Sebelum mentari pagi muncul aku mengambil air danau untuk cuci muka, sekedar menyegarkan muka walau tidak mandi, wkwkwk..
Karena selama … Read more