Pantai di Jawa Timur ? Jangan Terlewat untuk Mengunjungi

Liburan ke pantai di jawa timur merupakan kegiatan yang menyenangkan, apalagi setelah menyelesaikan pekerjaan sehari-hari yang menumpuk dan selalu menyibukkan. Liburan juga menjadi salah satu obat penghilang penat dan stress kamu ketika dalam keadaan mood yang kurang baik. Jadi, tidak ada salahnya untuk merencanakan liburanmu dari sekarang.

Sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia dan memiliki kekayaan alam yang melimpah, Indonesia mempunyai cukup banyak tempat wisata indah terutama wisata alam. Salah satu wisata alam yang menjadi favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pantai. Banyak daerah di Indonesia yang mempunyai pantai yang eksotis dan wajib dikunjungi saat liburan, misalnya pantai di Jawa Timur. Apabila kamu berlibur ke provinsi paling timur di pulau Jawa ini, kamu jangan sampai terlewat untuk mengunjungi pantai-pantainya.

| Baca juga: Keindahan Pulau Sempu di Malang dan Eksotisnya Pantai Batu Bekung

Nah, … Read more

Cerita Gunung Kawi Malang, Mbah Jugo adalah Guru Besar (Habis)

Artikel Sebelumnya :
Cerita Gunung Kawi Malang (Bagian Pertama)
Cerita Gunung Kawi Malang, Keturunan Darah Biru (Bagian Kedua)
Cerita Gunung Kawi Malang, Karomah Mbah Jugo (Bagian Ketiga)

Cerita Masyarakat Keturunan Cina

Pada tahun 1931, beberapa orang Tionghoa dari Surabaya, naik ke makam Mbah Jugo di Gunung Kawi dengan kepentingan yang berbeda meski ujung-ujungnya juga sama. Sebut saja, Tjia Tian Tjin. Ia mendapat musibah karena anak lelakinya bernama Tjia Hong Bwee mengalami kecelakaan. Ketika jatuh, anak itu terluka, dan bagian yang terluka itu tak pernah kunjung sembuh meski sudah dibawa berobat ke dokter, sinshe, maupun dukun. Anak itu menderita selama 7 tahun dan tidak ada tanda-tanda kesembuhan.

Cerita Gunung Kawi Malang
ilustrasi by: detik.net.id

Karena merasa sudah berupaya maksimal untuk kesembuhan anaknya dan ternyata tidak membawa hasil apa-apa, pada akhirnya Tjia Tian Tjin mengambil sikap untuk naik ke kaki Gunung Kawi guna mencari penyembuhan alternatif terhadap penderitaan anak lelaki kesayangannya. Dan hasilnya … Read more

Cerita Gunung Kawi Malang, Karomah Mbah Jugo (Bagian Ketiga)

Artikel Sebelumnya :
Cerita Gunung Kawi Malang (Bagian Pertama)
Cerita Gunung Kawi Malang, Keturunan Darah Biru (Bagian Kedua)

Wabah Penyakit

Cerita Gunung Kawi Malang: Di suatu waktu, hampir seluruh daratan Pulau Jawa terserang penyakit kolera. Sudah tidak terbilang jumlah korban yang jatuh akibat penyakit yang mematikan itu. Tak terkecuali di Desa Jugo. Penduduk menjadi panik, resah dan bingung, karena korban terus saja berjatuhan. Di tengah kepanikan itu, penduduk desa mendatangi kandang sapi dengan harapan barangkali Mbah Jugo bisa membantu. Tetapi, ternyata lelaki tua itu menghilang lagi, ia kembali masuk ke dalam hutan.

Cerita Gunung Kawi Malang
ancient.eu

Di tengah kegalauan ini tiba-tiba Eyang Djoego muncul lagi di kandang sapi. Tanpa banyak bicara ia langsung meminta penduduk yang terserang wabah kolera agar dibawa ke kandang sapi. Dan bagi penderita yang tidak dapat berjalan cukup di rumah saja, asalkan diberi minum air putih yang sudah diberi doa-doa oleh Beliau. Benar saja, hanya dalam hitungan beberapa hari … Read more

Cerita Gunung Kawi Malang, Keturunan Darah Biru (Bagian Kedua)

| Artikel Sebelumnya : Cerita Gunung Kawi Malang (Bagian Pertama)

Dalam sebuah buku kecil Cerita Gunung Kawi Malang yang diterbitkan oleh Yayasan Ngesti Gondo (1989), disebutkan bahwa Mbah Jugo adalah seorang ulama terkenal dari Keraton Mataram Kartasura. Riwayat hidupnya dapat ditelusuri berdasarkan Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Peng ageng Kantor Tepas Daerah Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat No; 55/TD/I964, yang ditandatangani oleh KRT Danoehadiningrat pada 23 Juni l964.

Cerita Gunung Kawi Malang
detik.net.id

Silsilah Mbah Jugo

Di dalam surat itu diterangkan pula silsilah Kanjeng Kiai Zakaria II atau Mbah Jugo (Eyang Djoego) sebagai berikut:

Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sasuhunan Paku Buwana I (Pangeran Puger), memerintah Keraton Mataram tahun 1705 – 1719, berputra Bandoro Pangeran Harjo (BPH) Diponegoro, yang kemudian berputra Kanjeng Kiai Zakaria I, seorang ulama besar di lingkungan keraton Kartasura saat itu. Selanjutnya, bangsawan sekaIigus ulama tenar itu berputra RM Soerjokoesoemo atau RM Soerjodiatmodjo.

Nama yang disebut terakhir ini semenjak masa mudanya sudah Read more

Bijaklah dalam Pemakaian Listrik dan Air di Rumah

Pemakaian Listrik dan Air di Rumah salah satu wujud dari energi yang dihasilkan dari Sumber Daya yang terkandung di Alam Indonesia. Kita haruss Banyak bersyukur hidup di bumi Indonesia. Bangsa yang dikaruniai sumber daya. Salah satunya sumber daya enérgi Mulai dari minyak, sampai yang bukan minyak.

| Anda bisa membaca: Ketika Liburan di Bali: Pandawa Beach Festival

Ilustrasi:

Malam ini lingkungan tempat tinggal Mukidi gelap gulita. Hujan sejak sore disertai angin kencang dan petir. Petir menyambar gardu listrik di dekat rumah Mukidi. Akibatnya, saluran listrik di lingkungan tempat tinggal Mukidi terputus

Mukidi: Bapake, masih lama tidak ya mati lampunya?

Bapake Mukidi: Masih menunggu perbaikan gardu listrik, di.

Mukidi: Oh begitu. Dari manakah suplai listrik di rumah kita ini, pak?

Bapake Mukidi: Suplai listrik rumah kita ini berasal dari gardu induk di Semarang.

Mukidi: Wah, jauh sekali.

Bapake Mukidi: Benar Mukidi, listrik termasuk sumber energi.

Sumber-sumber energi yang dapat menghasilkan … Read more

1 52 53 54 55 56 71