Pagi menjelang Langit menjulang Malam menghilang Shubuh berkumandang
Rembulan Malam ku terdiam Melukis bintang Membelai lautan
Terlelap ditanah hitam ku berdiri disisi hutan hujan ku menatap bersama angin malam ku terdiam diantara lukisan-lukisan ku membisu diantara tulisan-tulisan ku berdiri diantara gugusan bintang ku bersama kuasa pemilik keindahan
Bimbinglah tanganku Untuk mengabadikanmu Dengan lukisan Dengan tulisan Dan dengan lisan Melalui kesederhanaan Terucap satu kalimat Mengartikan bait tersirat
Roda kereta kencana Berkata-kata tentang dunia cinta Dahaga sebagai anak kedua Entah apa yang ada dipikiranya Sabar dan sabar Tidak dipagar bukankah tak terbayar Apa yang ternyata vulgar
Sudah satu masa Kawan lama tak bercerita Kisah perjaka Atau kisah-kisah duda perkasa dan Semua tau Apa itu kangguru loncat kesana denganmu hingga loncat kesini Bertemu dengannya dalam sebuah kisah dan cerita
Pertengahan tahun 2012 sekitaran bulan Juli-Agustus pekerjaan proyek pengeboran yang aku tangani masih di seputaran Kalimantan Timur (Samarinda/Tenggarong). Setelah penutupan Proyek di Kaltim dan melalui perjalanan panjang dari Samarinda ke Kota Rantau, tibalah di kehidupan proyek baru. Dimana tempat, daerah dan Masyarakat serta budayanya berbeda. Dari perbedaan-perbedaan itulah kita dapat mempelajari dan saling menghargai perbedaan serta menyadarkan kita tentang pentingnya persatuan, karena kita di Nusantara berpegang teguh pada Bhineka Tunggal Ika.
Sesuai pepatah lama, lain ladang lain belalang, lain daerah lain juga orang, suku, adat, kebiasaan dan budayanya. Begitu juga di Kota Rantau Kalimantan Selatan ini, semua yang aku jumpai di daerah baru ini berbeda dengan yang aku jumpai di Kaltim, proyek pertamaku dulu dan berikut kisah pengalamanku selama tinggal di Kota Rantau, Kalimantan selatan.
Tanggal 28 Desember 2019, Setelah puas jalan-jalan dan menikmati keindahan Pura Danau Beratan aku dan keluarga langsung bergegas meghubungi Pak Sopir yang berada diluar area tempat wisata, dikarenakan tempat parkir mobil penuh dan jalan utama macet pak sopir memutuskan untuk memarkir diluar kawasan wisata.
Setelah semua memasuki mobil perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Tanah Lot, saat membuka google map dan mengukur jarak tempuh perjalanan, kurang lebih perjalanan ditempuh selama dua jam dan lalulintas dalam kondisi lancar.
Perjalana ke Tanah Lot ini sedikit menarik, karena saat ditengah perjalanan kita sempat berpapasan dengan rombongan dan iring-iringan warga untuk melaksanakan upacara adat. Rombongan ini menarik perhatianku karena hampir semua baik itu pria dan wanita mengenakan pakaian adat khas bali. Semua pria memakai sarung khas bali, kemeja putih ikat kepala khas bali dan tidak lupa menyelipkan … Read more
Tanggal 28 Desember 2018 hari ke dua setelah tiba di Kota Denpasar – Bali
saat liburan, aku dan keluarga memulai aktivitas pagi yang mendung dengan
sarapan di Resto Hotel, sarapan pagi disertai minum susu, kopi sungguh nikmat
tak terganti. Supaya setrong menjalani liburan dan perjalanan panjang,
wkwkwkwk.. Aku bersama ponakan, dan ibukku menikmati suasana resto yang
bertepatan dilantai 5 hotel, sedangkan di bawahnya terdapat kolam renang, cukup
memanjakan mata dengan air birunya, karena disini tidak ada pemandangan laut
dan tidak menghadap ke laut, tapi berjarak 10 meteran dari Tugu Bom Bali
Legian.
Setelah semua selesai sarapan dan mandi, kita bergegas ke mobil yang sudah
menunggu di bawah dengan pak sopirnya (sebut saja Wayan), saat ketemu Pak Wayan
aku menunjukan list tempat yang dikunjungi untuk hari ini dan dua hari kedepan.
Hari pertama dan Destinasi Pertama Pak Wayan mengantar ke Pura Bedugul di Danau
Beratan.