Pecinta Ketinggian

Tips dan Jalur Pendakian Gunung Sumbing yang Perlu Diketahui

5/5 (7)

Gunung Sumbing merupakan salah satu gunung berapi yang terdapat di Jawa Tengah dengan ketinggian puncak mencapai 3.371 mdpl. Gunung ini menjadi gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa, setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Gunung Sumbing membentuk bentang alam gunung kembar bersama Gunung Sindoro, bila dilihat dari Temanggung. Kalau Anda mempunyai ketertarikan untuk mendaki gunung ini, perhatikan tips dan jalur pendakian Gunung Sumbing berikut.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing

Artikel menarik lainya: Tips Pendakian Gunung Semeru hingga puncak

Jalur Pendakian yang Tersedia

Gunung Sumbing memiliki beberapa kawasan hutan, yakni Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous. Sebagian besar wilayah di lereng gunung dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Berikut jalur pendakian yang tersedia untuk mendaki Gunung Sumbing.

Gunung Sumbing mempunyai 2 puncak, yaitu Puncak Buntu dengan ketinggian 3362 mdpl dan Puncak Sejati dengan ketinggian 3371 mdpl. Biasanya pendaki yang mendaki gunung ini berhenti di Puncak Buntu karena lebih mudah, namun Anda juga bisa melanjutkan perjalanan menuju Puncak Sejati.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing via Garung

Jalur Garung merupakan jalur yang cocok buat pendaki yang masih pemula. Kontur jalan pada jalur ini tidak begitu menanjak. Base camp yang tersedia juga mudah dicari karena lokasinya di pinggir jalan. Oleh karena itu, jalur ini biasanya ramai pendaki dan direkomendasikan untuk Anda yang baru pertama kali ke sini.

Jika Anda berangkat dari Semarang dan sekitarnya, Anda bisa melewati jalur Sumowono-Temanggung-Wonosobo. Tepat setelah perbatasan Temanggung dan Wonosobo, ada jalur ke arah kiri dengan papan petunjuk “Basecamp Garung Gunung Sumbing”.

Perkiraan waktu tempuh yang dibutuhkan adalah:

  • Basecamp ke Pos 1 (2 jam berjalan kaki, 30 menit dengan ojek)
  • Pos 1 – Pos 2 (sekitar 2 jam)
  • Pos 2 – Pos 3 (sekitar 1 jam)
  • Pos 3 –  Pestan (sekitar 30 menit)
  • Pestan – Watu Kotak (sekitar 1,5 jam)
  • Watu Kotak – Puncak Buntu/Kawah (sekitar 2 jam)
  • Puncak Kawah –  Puncak Sejati (sekitar 15 menit)

Total perjalanan yang diperlukan sekitar 8-9 Jam.

Tips pendakian Gunung Sumbing via Garung yang harus diperhatikan.

Pertama, hanya ada satu sumber air yang berjarak sekitar 100 meter dari Pos 1. Lokasi sumber air ada di belakang pangkalan ojek, namun terkadang kering saat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air, setidaknya 1 orang membawa 3 botol ukuran 1,5 liter.

Kedua, jalur Garung terbilang cukup sulit karena kontur jalannya menanjak, jadi persiapkan fisik terlebih dahulu sebelum mulai pendakian.

Ketiga, disarankan untuk naik ojek dari basecamp ke Pos 1 untuk mengefisienkan waktu dan tenaga.

Keempat, tenda terakhir direkomendasikan di bawah Pestan karena banyak pepohonan. Kalau tenda didirikan di Pestan, tenda bisa rawan terkena badai karena tidak ada pepohonan yang menghalangi. Dari Pestan menuju Puncak masih memerlukan waktu tempuh 3 jam dengan jalur menanjak, jadi pastikan tidak telat untuk melakukan summit.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing via Capit Parakan

Artikel menarik lainya: Tips dan Jalur Pendakian Gunung Sindoro

Lokasi base camp-nya berada ada di Desa Capit, Parakan, Kabupaten Temanggung. Memang jalur ini terbilang jarang dilalui pendaki, tetapi Anda akan menemukan pemandangan yang sangat indah melalui jalur ini. Waktu tempuhnya sekitar 7 jam dengan melewati 3 pos untuk sampai ke puncak Buntu.

Jalur Capit Parakan biasanya dilalui oleh peziarah, sehingga Anda tidak akan menemukan terlalu banyak pendaki di jalur ini.Untuk menuju basecamp Capit Tarakan, Anda perlu melalui Rumah Sakit Ngesti Waluyo, Temanggung, kemudian dilanjutkan menuju desa Cepit.

Perkiraan waktu tempuh yang dibutuhkan:

  • Pos Pengamatan – Pos 1 (1 jam)
  • Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
  • Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
  • Pos 3 – Kawah (sekitar 4 jam)
  • Kawah – Puncak Buntu (sekitar 15 menit)

Total waktu tempuh sekitar 7 Jam.

Tips pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Capit Tarakan yang harus diingat.

Pertama, jalur Capit Parakan jarang dilalui oleh pendaki dan sepi, sehingga harus sangat berhati-hati.

Kedua, pastikan perbekalan cukup karena tidak terdapat sumber air di jalur ini.

Ketiga, pemula tidak disarankan melalui jalur ini karena jalurnya sangat sepi.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik

Selanjutnya ada jalur Kaliangkrik yang bisa Anda lalui kalau mau mendaki Gunung Sumbing. Di jalur ini terdapat 2 basecamp yang lokasinya di Desa Butuh dan Mangli. Kontur jalan pada jalur ini terbilang cukup menanjak. Menariknya, Anda bisa menyaksikan sunrise di pos 4, sekaligus melihat surga di atas awan, yakni Gunung Merapi dan Merbabu.

Jalur Kaliangkrik memang cukup populer namun tidak seramai jalur Garung. Lokasi jalur ini berada di Desa Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kalau Anda ingin mencapai puncak dengan cepat, Anda bisa memilih jalur ini.

Perjalanan ke Kaliangkrik menggunakan bus bisa dilakukan dengan bus yang melalui pertigaan Tonoboy. Dari situ perjalanan diteruskan menggunakan angkot ke desa Kalegen lalu naik ojek Ke Mangli.

Perkiraan waktu tempuh yang dibutuhkan:

  • Basecamp – Pos 1 (1 jam)
  • Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
  • Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
  • Pos 3 – Pos 4 Pohon Tunggal (1 jam)
  • Pos 4 – Puncak (2 jam)

Total waktu tempuh sekitar 6-7 jam.

Tips pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Kaliangkrik yang perlu diterapkan.

Pertama, jalur ini terbilang paling mudah, namun cukup sepi pendaki. Ada banyak sumber air selama menuju Pos 1 dan sungai di jalur Pos 4 menuju Puncak.

Kedua, tenda terakhir bisa didirikan di Pos 3 dan 4 Pohon Tunggal.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing via Bowongso

Jalur Bowongso sebenarnya sudah cukup populer namun masih sangat sepi. Lokasinya ada di Desa Bowongso, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Perjalanan menuju basecamp bisa dilakukan melalui terminal Mendolo Wonosobo, kemudian menuju pasar Kertek, baru ke basecamp Bowongso.

Perkiraan waktu tempuh yang diperlukan:

  • Basecamp – Gardu Pandang (30 menit)
  • Gardu Pandang – Pos I Taman Asmara (30 menit)
  • Pos I – Pos II Bogel (3 jam)
  • Pos II – Pos III (1 jam)
  • Pos III – Puncak Buntu (2 jam)

Total waktu tempuh yang dibutuhkan adalah 7 jam.

Tips pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Bowongso yang harus diingat.

Pertama, jalur ini terbilang cukup dekat dan medannya tidak terlalu sulit, namun sepi oleh pendaki sehingga harus sangat hati-hati.

Kedua, terdapat mata air pada jalur dari Pos 2 menuju Pos 3.

Ketiga, tenda terakhir biasanya didirikan di Pos 3.

Artikel menarik lainya: Pantai Clungup Malang yang akan membuat anda terpesona

Perlengkapan yang Perlu Dibawa

Sebagai penutup ulasan tips pendakian Gunung Sumbing, berikut daftar perlengkapan yang perlu disiapkan sebelum mendaki.

  1. Memakai masker dan membawa masker serta hand sanitizer.
  2. Membawa surat kesehatan dari puskesmas dan/atau Rapid Test.
  3. Tidak sedang flu, batuk, atau demam.
  4. Alat makan atau minum.
  5. Identitas pribadi lengkap.
  6. Surat jalan dari kantor desa sesuai tempat masing-masing.
  7. Tenda dengan kapasitas 4 untuk 2 orang.
  8. Perlengkapan pendakian yang sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Terimakasih telah membaca, jangan lupa digunung bukan tempat sampah, jadi bawa turun sampahmu”

Nilai Kualitas Konten

Related posts

No Copy, Yes Coffee !!!