Skip to content
jejak
jejak

pejalan kaki

  • Home
  • Blog
  • Contact Us
jejak

pejalan kaki

Simpangan Kereta Penataran dan Gajayana di Stasiun Wlingi Blitar

Eliza, November 1, 2021

Jika anda menaiki kereta Api Penataran Dhoho disore hari melewati jalur lintas selatan di Jawa Timur, dari kota Kertosono, Kediri, Tulungagung, blitar dan melewati kota Malang. Anda akan menemukan momen unik dimana kereta yang anda tumpangi akan berhenti lama dari biasanya di stasiun wlingi, dikarenakan Simpangan Kereta Api distasiun wlingi ini.

Simpangan Kereta stasiun Wlingi

KA Lintas Provinsi harus diutamakan lewat

Hal ini dikarenakan adanya persimpangan kereta api dari Kota Malang, yakni kereta api eksekutif Gajayana menuju Kota Jakarta. Sebagai pelanggan setia Kereta api lokal Penataran Dhoho menuju Kota Malang anda harus bersabar. karena kereta lintas Provinsi akan diutamakan, terutama Kereta Api Eksekutif.

Saya berkesempatan turun kereta api dan mengambil momen langka ini untuk diabadikan. Dan lagi-lagi anda harus bersabar lagi jika menggunakan kereta Api Ekonomi, karena setelah menunggu kereta Eksekutif datang, berhenti dan singgah. Bukanya kereta yang kita tumpangi yang berangkat selanjutnya, melainkan kereta ini justru langsung meninggalkan kita begitu saja. Asal tidak ditinggal nikah gebetan, hehehee. Semoga dengan pelajaran ini kita lebih bisa bersabar dengan penantian panjang di kehidupan nyata, terlebih lagi saat kita traveling keluar kota.

Apa yang harus dilakukan ketika KA berhenti Lama

  1. Jalan-jalan di seputaran KA untuk melemaskan otot-otot karena lelah duduk lama
  2. Ke Pantry untuk sekedar Makan, Ngopi dan Sholat
  3. Melihat pemandangan dari balik pintu atau jendela KA
  4. Turun dan merokok di tempat yang tersedia jika diperbolehkan (tidak dianjurkan)
  5. Mencari kenalan bagi yang jomblo (sangat dianjurkan)

Berapa lama berhenti KA Penataran Dhoho di Stasiun Wlingi

Kurang lebih KA ini berhenti selama 10 menit karena menunggu KA Gajayana datang dan pergi begitu saja tanpa ada penjelasan, eh.. 😀 Harap bersabar karena semua ada masanya, namanya juga kereta ekonomi dan disubsidi pemerintah jadi harus menerima apa adanya dan legowo, jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan menyalahi aturan. Seperti Demo misalnya, hehee..

Tapi setelah KA berangkat, anda akan disuguhi jalur terowongan yang legendaris. Dimana Terowongan ini berada di jalur Bendungan Karang kates. Dulu waktu penulis masih kecil jalur ini sangat menyeramkan. Karena KA ekonomi dulu tiap gerbong lampunya mati dan tidak ada AC. Jadi ketika melewati terowongan ini benar-benar gelap, pengap dan horor bagi anak kecil. Ketika melewati terowongan pasti banyak anak yang memejamkan mata, serta tidak jarang ada yang menangis karena ketakutan.

Berbeda dengan sekarang KA ekonomi sudah ber AC dan lampu selalu menyala serta kamarmandi selalu bersih dan air melimpah. Jadi merasa tua nih, klo cerita Kereta Jaman dulu. 😀

Setelah Simpangan Kereta stasiun Wlingi dan penantian panjang itu. Kereta api Penataran Dhoho yang saya tumpangi berangkat kembali menuju kota Malang. Demikian video dan review singkat dari saya semoga bermanfaat.

Selamat berlibur dan jaga kesehatan, jangan lupa mematuhi protokol kesehatan supaya liburan anda dalam perform yang maksimal, terimakasih

Jejak Kaki

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Blog

Main-main Ke Kota Bandung, Perjalanan dari Stasiun Kota Baru Malang

September 10, 2020

| Baca juga: Pura Ulun Danau Beratan: Ada Masjid Al Hidayah Stasiun Kota Baru Malang Malam Tahun baru 2019 aku tidak kemana-mana, hanya berdiam diri dirumah dan tidur cepat tatkala malam sudah datang. Sebenernya malam tahun baru banyak teman yang mengajak keluar untuk merayakan, dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di dalam…

Read More

Banyak yang Singgah tapi Sedikit yang Mengetahui Kota Batu

May 22, 2023

Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang berdiri pada tahun 2001 sebagai bagian kecil dari Kabupaten Malang. Sebelumnya, kawasan Batu merupakan bagian dari Sub Unit 1 Kawasan Pengembangan Malang Utara (SSWP 1). Kota Batu berjarak 15 kilometer sebelah barat kota Malang di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang….

Read More
Jejak Kaki

Cerita Gunung Kawi Malang (Bagian Pertama)

June 14, 2020

Cerita Gunung Kawi Malang ini bermula pada suatu pagi ketika bersih-bersih rumah dan mengumpulkan buku-buku bekas untuk dikilokan. Aku tidak sengaja menemukan Majalah Jatim Tourism News edisi 25 Juli – 15 Agustus 2005 No. 50 Tahun III. Setelah kubalik-balik, kucermati dan ku baca berulang-ulang. Ternyata isinya sangat bagus dan sangat…

Read More

Recent Posts

  • Atap Lombok: Menyelami Deretan Kesulitan Mendaki Gunung Rinjani
  • Panduan Memilih Motor Terbaik untuk Menaklukkan Keindahan Gunung Bromo
  • Como 1907: Dari Kebangkrutan hingga Menjadi Sorotan Sepak Bola Dunia
  • Menguak Legenda Nyi Roro Kidul: Sang Penguasa Mistis Samudra Hindia
  • Rahasia Kuliner Nusantara: Perbedaan Pecel Madiun, Blitar, dan Tulungagung

Categories

  • Backpacker
  • Blog
  • Catatan Perjalanan
  • Jejak Kaki
  • Jejak Kuliner
  • Jejak Luar Negri
  • Kereta Api
  • Kuliner Dalam Negri
  • Kuliner Hits
  • Kuliner Luar Negri
  • Pecinta Alam
  • Pendaki Gunung
  • Penikmat Senja
  • Piknik Estetik
  • Salam Lestari
  • Tempat Ngopi
  • Tips
  • Vitaminsea
  • Wisata Alam
  • Wisata Hits
  • Wisata Keluarga
  • Wisata Sejarah

About us

  • Home
  • Contact Us
  • Disclosure Policy
  • Sitemap

blog borobudur bromo bukitteletubies Cerita Reyog Ponorogo dieng Gunung Lembu Gunung Putri Tidur Gunung Rinjani Gunung Semeru jawa timur Kalimantan Selatan Kawah Jonggring Saloko Kota Bandung kota batu Kota Malang kotamalang Kota Rantau Kota Tulungagung kuliner malang Malam satu Suro mendaki gunung Pantai di Jawa Timur Pantai Di Malang Pantai Jatim pantai papuma Pantai Pasir Putih Tulungagung Pantai selatan pasirberbisik pasir putih patak banteng Pendakian Gunung Lawu Pesarean Gunung Kawi prambanan Pulau Bali pulau seribu Ranu Kumbolo Stasiun Kota Baru Malang Sungai Brantas sunrise travel wisata candi Wisata Goa di Jatim Wisata telaga sarangan yogyakarta

©2026 jejak | WordPress Theme by SuperbThemes