Catatan Perjalanan

Pendakian Gunung Sindoro, Menikmati Sunrise di Gunung #2

Artikel sebelumnya: Pendakian Gunung Sindoro, Pertama Kali Naik Gunung diatas 3000 mdpl #1

Selalu menjaga jarak antar sesama pendaki akan menghindari kita dari kibasan debu tebal. Karna mendaki disore hari maka sinar mentari tidak terlalu menyengat dikulit, apalagi jalur yang dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi. So far jalur menuju pos 2 ini masih aman dikaki, dan di pos 2 kita beristirahat sejenak walaupun sebelumnya juga sudah sering break, maklum pemula hehe.

Negri di Atas Awan

Dari pos 2 menuju pos 3 trek mulai berat, jalur yang curam dengan batu batu besar serta berdampingan dengan jurang yang membuat harus berhati hati untuk melangkah apalagi jika papasan dengan pendaki turun. Jalur sudah mulai terbuka karna vegetasi yang jarang dan bahkan tidak ada pepohonan sama sekali dan di jalur ini kami bisa melihat gunung Sumbing dengan jelas, sesekali kabut datang kemudian menghilang.  Dan tepat pada pukul setengah lima sore kami menginjakkan kaki di pos 3 disambut dengan udara yang dingin. Disini kami mendapat tempat yang nyaman dan luas untuk mendirikan tenda, semakin sore udara semakin dingin tapi di depan mata disuguhkan dengan lautan awan dari gunung Sumbing, indah sekali. 

Selain di pos 3 tempat mendirikan tenda lainnya ada di Sunrise camp yang merupakan batas camp terakhir, sekitar 30 menit dari pos 3 dan berada di ketinggian 2.424 mdpl. Di sunrise camp ini memiliki lokasi yang cukup luas untuk menampung puluhan tenda pendaki, serta berada di area terbuka sehingga pemandangan yang disajikan di lokasi ini cukup indah. Sesuai dengan namanya, pemandangan kala matahari terbit jelas terlihat diantara hamparan pegunungan.

Baca juga: Liburan Keluarga Seru di Pantai Popoh Tulungagung

Pripare ke Batu Tatah

Musim kemarau akan membuat suhu digunung menjadi lebih dingin dibanding dengan musim hujan, dalam hati selalu penasaran, kok bisa begitu ya? Dan malam itu gue harus memakai jacket double serta baju double supaya bisa memberi kehangatan buat hati yang dingin ini haha. Tapi yang terjadi kemudian adalah : gue terbangun, merasa gerah dan kesulitan untuk bernapas, awalnya sempat berpikir kalau oksigen dalam tenda yang menipis karna harus berbagi dengan teman tapi setelah gue membuka jacket maka keadaan menjadi normal kembali, sangat bersyukur sekali.

Tidak lama berselang kami semua harus bangun untuk persiapan summit, ada beberapa orang yang tinggal di tenda karna ingin meneruskan tidurnya sekalian menjaga tenda. Sering mendengar kabar kalau para pendaki di Sindoro ini acapkali mendapat gangguan dari sosok yang bernama BAGAS atau babi ganas, makhluk yang mencari makan di tenda pendaki dengan merusak tenda pada malam hari dan bersyukur sepanjang malam itu kami aman dari si Bagas.

Berdoa dan melakukan pemanasan adalah hal yang wajib dilakukan sebelum mendaki termasuk summit, tapi sebelumnya perlengkapan yang dibawa summit dimasukkan dulu ke dalam tas/daypack. Untuk gue sendiri barang wajib nya adalah : air minum 1.5 lt dibagi dalam dua botol kecil, cemilan, obat pribadi dan P3K, jas hujan plastik, tabung oksigen kecil, pisau lipat dan handphone untuk dokumentasi. Fyi gunung Sindoro ini tidak mempunyai sumber air jadi harap membawa air secukupnya dari basecamp supaya tidak mengalami kekurangan air, dan warung terakhir di gunung ini ada di pos 3.

Baca juga: Ke Jember ? Jangan Lupa Kunjungi Pantai Papuma

Menikmati Sunrise Di Batu Tatah

Ini adalah pendakian pertama gue di gunung yang mempunyai ketinggian diatas 3000-an Mdpl sudah pasti excited dan sedikit cemas karna belum yakin dengan diri sendiri, tapi keraguan itu harus ditepis dengan semangat dan keyakinan bahwa gue PASTI BISA. Untuk summit subuh itu sendiri butuh effort yang extra walaupun tidak membawa carrier besar tapi harus bertahan dengan suhu yang dingin, oksigen yang menipis dan trek yang terjal. Nah kan sudah tau naik gunung itu tidak enak tapi kok gak ada kapoknya? Haha. Ditemani headlamp yang terpasang di kepala, suara langkah kaki para pendaki memecah keheningan subuh itu, langkah yang berat karna trek berbatu tapi tekad dan semangat membuat kaki terus melangkah. Selain puncak, target saat itu harus sampai di pos 4 atau batu tatah untuk menikmati sunrise. Dan Puji Tuhan kami berada di batu tatah sebelum sang surya hadir menyapa bumi.

Watu Tatah adalah sekumpulan batu bersusun tinggi, yang entah tersusun secara alami atau merupakan hasil kreasi manusia tapi apapun itu watu tatah sangat bagus dijadikan sebagai tempat berfoto. Pendaki bisa menaiki batu ini dan gunung Sumbing menjadi latar yang indah. Batu Tatah ini juga merupakan pos 4, pos terakhir sebelum puncak.

Next Page 1 2 3

Related posts

Liburan dan Camping Akhir Tahun di Pulau Tidung

Apriel Mendrofa

Candi I’m In Love : Wisata Candi

Apriel Mendrofa

Pengalaman Pertama Kedinginan Di Gunung Bromo

Apriel Mendrofa

1 comment

Pendakian Gunung Sindoro, Trek Menuju Puncak #3 - Jejak Pejalan Kaki September 26, 2020 at 5:49 am

[…] Pendakian Gunung Sindoro, Menikmati Sunrise di Gunung #2 […]

Reply

Leave a Comment

You cannot copy content of this page