Pembelajaran dari Proyek Pengeboran Batu Bara di Kota Rantau

Pertengahan tahun 2012 sekitaran bulan Juli-Agustus pekerjaan proyek pengeboran yang aku tangani masih di seputaran Kalimantan Timur (Samarinda/Tenggarong). Setelah penutupan Proyek di Kaltim dan melalui perjalanan panjang dari Samarinda ke Kota Rantau, tibalah di kehidupan proyek baru. Dimana tempat, daerah dan Masyarakat serta budayanya berbeda. Dari perbedaan-perbedaan itulah kita dapat mempelajari dan saling menghargai perbedaan serta menyadarkan kita tentang pentingnya persatuan, karena kita di Nusantara berpegang teguh pada Bhineka Tunggal Ika.
Sesuai pepatah lama, lain ladang lain belalang, lain daerah lain juga orang, suku, adat, kebiasaan dan budayanya. Begitu juga di Kota Rantau Kalimantan Selatan ini, semua yang aku jumpai di daerah baru ini berbeda dengan yang aku jumpai di Kaltim, proyek pertamaku dulu dan berikut kisah pengalamanku selama tinggal di Kota Rantau, Kalimantan selatan.
| Baca juga: Perjalanan Pertama ke Kalimantan Selatan

Menghargai Penguasa Lokal
Selama bekerja di pengeboran batu bara ini aku belum pernah mencari … Read more
Dari Danau Beratan Menuju Pura Tanah Lot
Perjalanan ke Tanah Lot
Tanggal 28 Desember 2019, Setelah puas jalan-jalan dan menikmati keindahan Pura Danau Beratan aku dan keluarga langsung bergegas meghubungi Pak Sopir yang berada diluar area tempat wisata, dikarenakan tempat parkir mobil penuh dan jalan utama macet pak sopir memutuskan untuk memarkir diluar kawasan wisata.
Setelah semua memasuki mobil perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Tanah Lot, saat membuka google map dan mengukur jarak tempuh perjalanan, kurang lebih perjalanan ditempuh selama dua jam dan lalulintas dalam kondisi lancar.
| Artikel menarik lainya: Jalan Malioboro dan Semua Kenangannya
Keunikan Kultur Masyarat Bali

Perjalana ke Tanah Lot ini sedikit menarik, karena saat ditengah perjalanan kita sempat berpapasan dengan rombongan dan iring-iringan warga untuk melaksanakan upacara adat. Rombongan ini menarik perhatianku karena hampir semua baik itu pria dan wanita mengenakan pakaian adat khas bali. Semua pria memakai sarung khas bali, kemeja putih ikat kepala khas bali dan tidak lupa menyelipkan … Read more
Mengunjungi Pura Bedugul dan Masjid Besar Al Hidayah
Tanggal 28 Desember 2018 hari ke dua setelah tiba di Kota Denpasar – Bali saat liburan, aku dan keluarga memulai aktivitas pagi yang mendung dengan sarapan di Resto Hotel, sarapan pagi disertai minum susu, kopi sungguh nikmat tak terganti. Supaya setrong menjalani liburan dan perjalanan panjang, wkwkwkwk.. Aku bersama ponakan, dan ibukku menikmati suasana resto yang bertepatan dilantai 5 hotel, sedangkan di bawahnya terdapat kolam renang, cukup memanjakan mata dengan air birunya, karena disini tidak ada pemandangan laut dan tidak menghadap ke laut, tapi berjarak 10 meteran dari Tugu Bom Bali Legian.
Setelah semua selesai sarapan dan mandi, kita bergegas ke mobil yang sudah menunggu di bawah dengan pak sopirnya (sebut saja Wayan), saat ketemu Pak Wayan aku menunjukan list tempat yang dikunjungi untuk hari ini dan dua hari kedepan. Hari pertama dan Destinasi Pertama Pak Wayan mengantar ke Pura Bedugul di Danau Beratan.

Mengejar Layangan Putus

Masa kecil adalah masa-masa yang paling bahagia dan indah, tanpa harus keluar banyak uang kita bisa mendapatkan hal itu dengan mudah asalkan teman dan lahan bermain tersedia. Diawal tahun 90an, anak-anak seumuran termasuk aku ketika itu menginjak awal Sekolah Dasar sangat suka bermain diluar rumah apalagi kalau bermain dialam bebas, karena hal ini menjadi acuan kehebatan anak-anak masa itu. Semisalnya bermain layangan, ketika main layangan anak-anak pasti saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik diantara layangan yang diterbangkan oleh anak-anak lainya. Saat mengadu layangan semua mata akan tertuju pada dua layangan yang saling beradu dan kemampuan siempunya diuji disini, dan ketika salah satu memenangakan pertandingan tersebut, pemenang dengan bangganya akan memainkan naik-turun layanganya seperti pesawat tempur selesai mengebom musuhnya dan menguasai angkasa, dan itu sebagian kecil cerita masa kecil yang sangat berkesan.
Dari semua tahapan bermain layangan, menurutku yang paling menarik adalah ketika anak-anak kampungku waktu itu kehabisan layang-layang, maka mereka … Read more
I lup U

Pak tani aku cinta padamu
Pak nelayan aku juga cinta padamu
Walau cintaku tak setulus jala dan cangkulmu
Semoga Tuhan menyertai setiap langkahmu
Ketika seorang bidadari meninggalkanku sendiri
Aku merasa dunia ini belum mati
Dan ku seakan tak bersedih hati
Karena ku tau esok mentari ‘kan bersinar kembali (InsyaAllah)
Seperti bulan yang selalu setia mengitari
Mengitari bumi dengan ketulusan sejati
Dan seperti pak tani yang menanam padi
Juga pak nelayan mencari ikan tengiri
No woman, no cry men…
Hidup didesa, dilaut, digunung, dihutan dan di kota jangan terlalu cemen
Jadilah jiwa yang kokoh tak tertandingi seperti semen
Walau tubuh kita tak sekuat supermen
Tapi jangan sensi kayak cewek yang lagi men
Disisi lain juga manis seperti permen
Kembali pada pak tani dan pak nelayan
Bekerja tiap hari seperti pelayan
Melayani orang-orang yang suka makan
Dengan tangan kiri ataupun tangan kanan
Tak pernah lelah dan tak pernah bosan
Walau terkadang sedikit … Read more