Jejak Kaki

Batik Pulau Dewata – Bali dan Ciri Khasnya

Batik Pulau Dewata:

Bali atau yang sering kali di sebut dengan pulau Dewata ini merupakan salah satu destinasi yang diminati oleh banyak wisatawan, baik itu mancanegara maupun lokal. Keindahan alam yang bisa dinikmati dari pulau Dewata ini bisa mengembalikan semangat setelah sekian lama menghabiskan waktu untuk bekerja. Selain keindahan alam yang terdapat di Bali tersebut, maka ada juga unsur kebudayaan yang juga bisa dinikmati dan dikagumi dari pulau Bali. Diantaranya adalah Batik Pulau Dewata Bali dan Ciri Khasnya.

Anda juga bisa membaca: Legenda Garuda Wisnu Kencana – Tarian Tradisional

Batik Pulau Dewata

Salah satu budaya atau kesenian yang terkenal dan layak dikagumi dari Bali adalah Batik Pulau Dewata Bali. Pada umumnya motif Batik Pulau Dewata Bali adalah motif batik yang merupakan perpaduan design lokal yang motifnya disukai oleh orang Bali itu sendiri maupun orang yang berkunjung ke Bali. Para seniman-seminan Bali juga mengekspresikan dirinya secara bebas dalam semua motif yang ada pada motif batik tersebut.

Berkembangnya industri pariwisata pulau Dewata membawa pengaruh positif dengan perkembangan batik di Bali, karena tidak bisa dipungkiri banyak wisatawan tertarik untuk mendapatkan oleh-oleh khas Bali berupa kain batik, bahkan kain batik tersebut tidak hanya bisa ditemukan di pasar tradisional ataupun pasar seni tetapi juga pasar oleh-oleh modern, yang bisa melengkapi wisata belanja wisatawan saat liburan.

Sejarah Batik di Bali

Batik Pulau Dewata Bali identik dengan Budaya Bali
Batik Pulau Dewata Bali identik dengan Budaya Bali

Pada awalnya batik tulis dikhususkan untuk lingkungan keraton, untuk pakaian raja dan keluarga berikut para pengikutnya. Karena banyak keluarga kerajaan yang tinggal di luar Keraton maka seni membatik tersebut dikerjakan di luar luar Keraton tempat masing-masing. Oleh masyarakat sekitar kesenian batik tersebut akhirnya ditiru dan lama-kelamaan meluas hingga menjadi pekerjaan rumahan oleh kaum wanita untuk mengisi waktu senggang di rumah. Sehingga batik yang semula pakaian untuk kerluarga Keraton menjadi pakaian rakyat yang diminati banyak orang, baik itu oleh kaum pria maupun wanita dari anak-anak sampai orang tua.

Anda bisa membaca artikel lainya: Ketika Liburan di Bali: Pandawa Beach Festival

Sedangkan perkembangan selanjutnya, kerajinan batik menjadi industri kerajinan rumahan. Dimulai pada era tahun 1970-an, salah satu pelopor Batik Pulau Dewata Bali Pande Ketut Krisna beliau berasal dari Br. Tegehe, Batubulan, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar- Bali. Alat yang digunakan juga bukan dari mesin, hanya menggunakan alat-alat sederhana berupa alat cap dan teknik tenun manual atau dikenal dengan sebutan ATBM (Alat tenun bukan mesin).

Tempat pengrajin batik di Bali, banyak ditemukan dikawasan desa Batubulan Gianyar dan desa Kesiman Denpasar, kedua desa tersebut berdekatan. Berada di jalur wisata menuju Ubud dan Kintamani, sehingga jika perjalanan tour, letaknya searah, sehingga bisa lebih efisien, di jalur ini juga setiap harinya dipentaskan tari Barong di Batubulan, sebuah pementasan budaya dan seni yang juga diminati oleh para wisatawan.

Kegemaran Memakai Batik Masyarakat Bali mengangkat Perkembangan Industri Batik

Batik Berpengaruh dalam Menentukan Status Sosial
www.thebali.co.id: Batik Berpengaruh dalam Menentukan Status Sosial

Kecintaan orang Bali yang mengenakan batik saat ada upacara keagamaan, seperti udeng, kain (kamben) dan bahkan baju, membuat industri Batik Pulau Dewata Bali semakin berkembang dengan baik. Apalagi keinginan wisatawan asing dan domestik yang ingin mendapatkan dan mengenal kerajinan khas lokal ini membuat perkembangannya terus membaik. Walaupun perkembangan batik di Bali tergolong baru dibandingkan daerah di Jawa seperti Solo, Jogja dan Pekalongan, namun hasil produksi kerajinan batik di pulau Dewata ini cukup terkenal, sejajar dengan penghasil batik dari daerah tersebut.

Anda juga bisa membaca tulisan: Ular Suci Pura Luhur Tanah Lot: Titisan selendang Dang Hyang Nirartha

Di Bali sendiri tumbuh puluhan industri batik yang menampilkan kerajinan warga lokal dengan corak-corak khas Bali, memiliki desain batik yang beragam termasuk sejumlah batik inovatif dengan menggabungkan corak dari luar Bali bahkan dapat pengaruh dari motif China. Yang cukup terkenal adalah batik tulis, ini adalah proses berkesenian, sebuah kesenian gambar yang ditorehkan atau ditulis di atas kain, sehingga menghasilkan karya tangan yang indah bernilai seni dan mutu tinggi. Meskipun kendalanya pada proses pembuatan yang memakan waktu.

Berikut ini adalah beberapa ciri khas Batik Pulau Dewata Bali, antara lain :

Memiliki corak objek wisata dari nuansa alam bali seperti bunga kamboja dan juga bunga kembang sepatu, corak burung-burung atau ikan, juga gambaran dari kegiatan sehari hari masyarakat Bali tersebut. Semua motif atau corak tersebut dikemas dan dituangkan dalam bentuk batik yang khas dari Bali tersebut. Memiliki corak atau motif budaya seperti upacara ngaben atau agama di Bali. Memiliki corak dan juga mitologi dari makhluk gaib seperti kala, barong, buta dan singa bersayap seperti yang ada pada umumnya.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang menjadi ciri khas dari Batik Pulau Dewata Bali sehingga membuatnya menjadi kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi dan sangat bermutu, adapun ciri-ciri untuk mengenali motif batik tulis Bali diantaranya:

  • Aksen yang tergambar pada kain batik tersebut tidak sama besar karena hasil karya tangan.
  • Bobot kain lebih berat karena menggunakan jenis kain mori atau kain yang terbuar dari sutra dan katun.
  • Motif batik menyatu antara motif tradisional dan modern, pewarnaan tradisional dan modern.
  • Aroma kain batik sangat khas karena menggunakan bahan pewarna alami yang di dapat dari tumbuh-tumbuhan.
obs.line-scdn.net: Batik Pulau Dewata digemari Artis Korea

· Aksen Batik Pulau Dewata Bali

Adapun aksen yang akan diberikan pada setiap motif serta corak dari Batik Pulau Dewata Bali tidak akan sama besar antara satu dengan yang lainnya. Dikarenakan menggunakan tangan langsung jadi tidak presisi dengan Batik hasil cetakan.

· Jenis Kain Batik Pulau Dewata Bali

Motif dan juga corak kain Batik Pulau Dewata Bali menggunakan kain mori yang berbeda-beda dengan menggunakn motif serta corak batik dari daerah-daerah yang lainnya, yakni bobot atau berat dari kain batik Bali tersebut akan berbeda dengan kain batik yang lainnya.

· Perpaduan Motif Tradisonal dan Modern Menjadi Satu

Perpaduan motif serta corak yang digunakan oleh Batik Pulau Dewata Bali ini adalah perpaduan antara motif tradisional dan juga modern. Sebut saja seperti corak khas pulau Bali seperti Kura-kura, Naga, Burung bangau serta ada juga rusa didalamnya.  Selain itu, motif tersebut juga akan dipadukan dengan  sentuhan motif modern, design yang modern, warna serta kain yang cenderung bersifat modern semua dituangkan dalam Batik Pulau Dewata Bali tersebut. Selain itu, hal yang tidak kalah penting lainnya dari Batik Pulau Dewata Bali tersebut adalah adanya aroma khas dari batik tersebut yakni aroma yang berasal dari bahan pewarna alami yang digunakan.

· Aroma kain batik sangat khas karena menggunakan bahan pewarna alami.

Batik Pulau Dewata Bali yang berkualitas baik menggunakan bahan-bahan dari alam, seperti bahan pewarna berasal dari pohon mengkudu, nila dan soga, sedangkan bahan sodanya dari soda abu dan garamnya dibuat dari tanah lumpur, juga proses penenunan kain dari hasil tenun alat-alat tradisional, sehingga tidak mengherankan harga batik seperti itu bisa mencapai harga jutaan rupiah, tingginya harga tentu karena menggunakan bahan alam serta ditulis atau digambar langsung secara manual.

Proses Pembuatan Batik Pulau Dewata Bali

Batik Pulau Dewata
Batik Pulau Dewata

Batik Pulau Dewata Bali yang berkualitas baik menggunakan bahan-bahan dari alam. Alat tulis yang menjadi ciri khas dalam pembuatan batik tulis adalah “canting” sebagai alat pembentuk motif dan kain mori yang terbuat dari bahan sutra dan katun.

Proses pembuatan batik tulis Bali ini melalui beberapa tahapan. Langkah pertama, kain putih yang sudah disiapkan didesain dengan gambar sesuai ekspresi atau meniru gambar yang ada menggunakan pensil proses ini disebut molani, kemudian dilukis dengan lilin menggunakan canting mengikuti pola dari pensil. Kemudian kain yang masih berwarna putih ditutupi dengan lilin malam agar saat pewarnaan bagian tersebut tidak terkena warna, dan dikeringkan.

Anda juga bisa membaca Artikel berikut: Pura Ulun Danau Beratan: Ada Masjid Al Hidayah

Kemudian kain dicelupkan ke air panas untuk menghilangkan cairan lilin, proses membuka dan menutup lilin pada bidang kain berulang-ulang sesuai dengan kompleknya motif dan warna yang diinginkan, sehingga menjadi sebuah kain batik jadi. Perlu proses lama, apalagi penenunan menggunakan alat-alat tradisional. Sehingga tidak mengherankan batik tulis ini memiliki nilai ekonomis tinggi, diminati juga oleh warga lokal, sebagai pelengkap pakaian tradisional khas Bali.

detik.com: salah satu personel SNSD Ice Princess Jessica pernah ke Bali

Seniman-seniman batik tulis bebas berekspresi seperti budaya dan pesona alam Bali yang menjadi inspirasinya, seperti bunga kamboja, kembang sepatu, ikan dan juga burung, termasuk juga kegiatan budaya dan seni seperti proses ngaben, singa bersayap, barong, kala atau yang berkaitan dengan kegiatan agama. Desain lokal tersebut merupakan desain yang sangat disukai oleh warga Bali bahkan bagi wisatawan. Kain Batik Pulau Dewata Bali tidak hanya untuk pakaian adat tradisional saja, tetapi juga bisa didesain untuk pakaian formal atau kasual. Harga dipasaran ataupun di pasar-pasar modern seperti swalayan sangat beragam sesuai dengan kualitas Batik itu sendiri.

Bukan hanya tempat wisata atau destiansinya saja yang perlu dikagumi dari Bali, namun juga dengan budaya dan salah satunya batik dari Bali tersebut yang harus dikagumi dan dilestarikan oleh masyarakat Bali dan Indonesia.

Baca juga: Tradisi Ngelawang di Pasar Seni Ubud

Related posts

Memberi Makan Rusa, di Kebun Binatang Bali

Rud

Tradisi Ngelawang di Pasar Seni Sukawati Ubud

Rud

OTW Tahun Baru 2019, Ke Gunung Bromo lagi

Rud

Leave a Comment

No Copy, Yess Coffee !!!