Tips & Trik Pejalan

Tips Mendaki Gunung Sesuai Kemampuan

Semenjak viralnya film mengenai pendakian Gunung Semeru berjudul “5 Cm” kegiatan mendaki gunung sekarang tak ubahnya sebagai gaya hidup remaja dan orang dewasa yang mengaku sebagai pecinta alam dan penikmat senja ataupun sunrise. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh pencinta alam saja, kegiatan mendaki sudah menjadi rana favorit yang wajib dilakukan di kalangan kaum milenial saat ini, yang umumnya terdiri dari pelajar, mahasiswa dan tidak sedikit juga orang dewasa yang sudah berkeluarga. Diantara mereka sudah berpengalaman mendaki gunung, tak sedikit dari mereka belum begitu akrap dengan kegiatan mendaki.

Tuhan akan selalu bersama dengan seorang petualang sejati yang tidak akan pernah berhenti berpetualang

None

Menurut pengalamanku setelah beberapa kali mendaki gunung dan pengalaman dari berbagai sumber terpercaya di dunia maya, banyak pendaki yang tidak sampai puncak yang dituju. Hal tersebut karena kurang persiapan, medan yang berat, factor cuaca dan faktor pribadi masing-masing salah satunya sakit dan ketahanan mental. Tidak ada kata penyesalan untuk sebuah kegagal, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Berikut persiapan-persiapan sebelum mandaki Gunung:

Berolahraga untuk melatih kaki dan keseimbangan

Sebelum mendaki ada baiknya kita melatih kaki dengan berolahraga seperti bersepeda, jogging dan jalan kaki. Hal ini bertujuan untuk membiasakan kaki dalam melakukan aktivitas berat sebelum pendakian, ketika otot-otot terlatih maka ketika anda mendaki akan mengurangi cidera dan mengurangi rasa nyeri berlebih. Biasanya penulis melakukan olahraga bersepeda, jogging hingga futsal. Semakin sering kita berolahraga semakin kita terlatih dalam menjalani aktivitas mendaki dikemudian hari. Jika anda bisa konsisten berolahraga maka anda otomatis lolos dalam segi fisik dan ketahanan kaki ketika perjalanan jauh atau ngetrek di Gunung.

Jaga Makanan dan Kesehatan

Kesehatan merupakan hal penting dalam pendakian gunung, pernah suatu ketika saat mendaki Gunung welirang dengan teman sebaya berjumlah 4 orang, satu orang tidak jujur dengan kondisi tubuhnya, alhasil saat mendaki dari pos perijinan teman ini langsung ngedrop, padahal hanya melakukan perjalanan sejauh 100 meteran. Alhasil teman yang semula terlihat sehat tersebut tidak ikut sumit dan memilih diantar kembali ke pos perijinan yang dekat dengan penginapan dan desa terakhir. Maka dari itu kesehatan merupakan hal penting dan tidak bisa diremehkan. Jangan sekali-kali jaim atau tidak jujur dengan kondisi tubuh ketika mendaki, karena keselamatan anda adalah keselamatan teman-teman anda juga.

Rasa Lelah mendaki yang kamu rasakan akan sebanding dengan inspirasi yang kamu dapatkan.

Mencari Info Gunung yang akan didaki

Kumpulkan informasi tentang gunung yang akan didaki sebanyak-banyaknya. Karena pengalaman dari orang-orang termasuk berharga sebagai bahan masukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak di inginkan atau kejadian urgensi. Meskipun kita akan di-briefing oleh petugas pos perijinan sebelum mendaki nantinya, hal ini akan membua kita lebih siap dari segi pengetahuan tentang peraturan, tiket masuk, syarat-syarat pendakian, trek, waktu tempuh, jarak antar pos, pantangan dan hal lainya yang perlu kita ketahui lebih lanjut. Biasanya Gunung tertentu mengharuskan untuk menunjukan Surat Kesehatan dan meninggalkan KTP.

Perlengkapan Pendukung untuk Mendaki

Hal wajib yang anda bawa ketika mendaki gunung adalah jaket tebal berbahan polar, sepatu, kaos kaki, sarung tangan, baff, tutup kepala, tas besar (carrier), tas kecil, sleeping bag, tenda, matras, senter (head lamp), tongkat untuk meringankan beban tubuh, mantel, celana quick dry dan tshirt serta nasting peralatan memasak gunung jika diperlukan dan tidak lupa yaitu kamera buat selfie di puncak gunung 😀. Jika anda pertamakali naik gunung dan untuk meminimalisir budget, anda bisa menyewa perlengkapan out door di kota-kota terdekat karena perlengkapan ini jika anda beli semua sangat mahal dan tidak ramah dikantong, seperti carrier, tenda dan sepatu. Selain itu ada beberapa perlengkapan penting yang perlu kamu bawa saat mendaki selain baju lengkap, perlengkapan tidur dan makanan, kamu harus membawa kompas/GPS, P3K, pisau serbaguna, korek api, ponsel atau radio dua arah, senter dan tali jika pendakian bermedan terjal.

Jika Mendaki sudah menjadi Hobi, Belilah perlengkapan bertahap

Perlengkapan seperti carrier sesuai dengan kemampuan daya angkut tubuh seseorang sangat diperlukan ketika mendaki, maka dari itu belilah sesuai dengan postur tubuh dan kekuatan punggung anda. Setelah itu sleeping bag, jaket ringan dan hangat. Belilah sesuai budget anda secara bertahap dan sesuai keuangan anda. Setelah kebutuhan premier mendaki anda terpenuhi, selanjutnya anda tinggal membeli perlengkapan premier tapi tidak membeli juga tidak apa-apa, karena masih ada penyedia persewaan perlengkapan outdoor dikota besar, seperti tenda, head lamp, nesting cooking set dan matras. Berdasarkan pengalaman penulis, lebih baik membeli perlengkapan yang dapat dipakai sehari-hari, seperti jaket, sepatu, buff, senter, topi dan sebagainya. Yang jarang dipakai lebih baik menyewa saja, seperti tenda, matras, tongkat dll.

Konsumsi Yang Harus Dibawa

Konsumsi merupakan hal penting dalam mendaki gunung, yang harus dibawa air putih 2 botol berisi 1.5 liter, Roti, Coklat atau snack ringan tapi dapat menambah tenaga, beras jika kamu bisa menanak nasi, Mie instant, kopi, teh dan gula atau sejenisnya dan air cadangan. Itu merupakan konsumsi pokok yang harus dibawa ketika mendaki. Berdasarkan pengalaman penulis bawaan seperti diatas tapi ditambah telor, sayuran, susu kental, jahe instant, sarden, sari gandum (jika tidak sempat menanak nasi, dikarenakan menanak nasi butuh waktu lama) sambel trasi sachet, bumbu instant, margarin, sosis, agar-agar, kecap dan saos serta cabai + merica bubuk. Lengkap sudah untuk buka warteg di Gunung 😀

Pelajari cara memasak secara instan dan cepat tapi bergizi

Memasak digunung membutuhkan pengalaman lebih, karena memasak menggunakan perlengkapan terbatas seperti nesting dan cooking set membutuhkan pengetahuan dari para suhu dan senior yang sudah malang melintang mendaki gunung. Jujut, penulis selama pendakian sangat sering merasakan nasi bubur dan terlalu basah karena kurangnya pengalaman dalam menanak nasi. Tapi ini wajar karena selama perut masih bisa terisi, dan makanan layak makan dan bergizi hal ini tidak dipermasalahkan. Mungkin hanya rasa dilidah aja yang membedakan 🙂

Selain makanan pokok menjadi sumber energy dan kenyangnya perut pastikan ada cadangan makanan selalu dibawa, dan sangat mudah untuk dikonsumsi. Tinggal di buka, diputer terus dicelupin, wkwkwkwk… Pilihan makanan yang mengandung kalori tinggi dan ringan dibawa seperti cokelat, pia, roti dan jika anda pendaki angkatan 90an maka gula jawa menjadi hal yang lumrah untuk dibawa sebagai camilah penambah tenaga. Makanan manis akan cepat diserap tubuh sehingga cocok dimakan saat kamu kelelahan atau bahkan saat hipotermia.

Mengatur langkah dan mental

Ketika mendaki jangan asal-asalan dalam berjalan, kita harus bisa mengatur tempo perjalanan, langkah dan yang paling utama adalah mengatur mental. Sebelum mendaki alangkah baiknya untuk pemanasan dan berdoa dan ketika memulai pendakian usahakan kaki selalu fleksibel disetiap langkah dan jangan terlalu kaku setiap kali menapakan kaki di tanah dan tetap focus pada pijakan. Jika trek yang kita lalui berbatu maka sering-seringlah untuk beristirahat dan melemaskan otot-otot kaki. Karena trek berbatu sangat menyiksa otot dan tulang kaki, apalagi jika anda turun gunung dengan membawa carier dan barang-barang berat.

Jangan jaim ketika kamu merasa japek, segeralah untuk memberitahu rombongan, dan diputuskan untuk beristirahat semua. Jika tim atau anggota kita fit dan kuat semua maka seluruhnya akan bisa melewati perjalanan hingga puncak dan jika salah satu anggota kurang fit maka jangan harap seluruh anggota akan bisa sampai puncak, karena ini bukan lomba sprint dimana yang duluan pemenangnya akan tetapi mendaki gunung adalah kerja tim dan selalu mengutamakan kebersamaan, muncak satu harus muncak semua, pulang satu harus pulang semua, berhenti satu harus berhenti semua. Kecuali anda mengikuti open trip, dimana yang kuat akan disendirikan untuk sumit ke puncak dan yang lemah akan dipandu hingga titik keringat terakhir.

Jika anda pendaki senior tetap pada koridor untuk menyemangati junior anda dan jangan menurunkan mentalnya dengan membullynya atau menceritakan hal-hal mistis yang membuat mental junior anda ngedrop. Jika anda junior jangan sok-sokan dengan tingkah laku norak dan lebay anda. Tetap biasa aja dan tetap jaga kekompakan tim anda. Karena penulis pernah jadi junior dan pernah di seniorkan jadi sudah biasa membully dan dibully jika mendaki dengan orang-orang dekat atau sahabat 😉.

Jangan Mengeluh, tetap fokus dan nikmati saja perjalanan anda

Mengeluh menandakan anda lemah dan kurang Spartan dalam menjalani kehidupan, seperti halnya mendaki gunung jangan sampai mengeluh pada diri sendiri dan teman-taman anda. Karena hal ini akan mempengaruhi kondisi mental dan fisik anda dan teman-teman anda. Kecuali anda lelah, jika lelah maka katakana saja, dan tim anda diharuskan berhenti untuk istirahat. Daripada mengeluh tidak ada gunanya lebih baik anda menikmati pemandangan dan langkah kaki jika anda sedang ngetrek atau sumit ke puncak gunung. Dan jangan sekali-kali anda mengeluh makanan dan situasi digunung, karena semua itu melatih fisik, jiwa dan cara pandang anda terhadap alam ciptaan Tuhan. Makanan seadanya, tempat tidur beralas matras beratap langit atau tenda merupakan suatu hal yang harus diambil hikmahnya dan harus disyukuri ketika anda sampai rumah karena nikmat berada dirumah dengan keluarga tercinta lebih diutamakan. Pandai-pandailah mensyukuri kisah perjalanan mendaki gunung dan kisah perjalanan hidup anda agar hidup anda lebih nikmat dan bahagia dari pada harus mengeluh akan menambah murka Tuhan.

Jangan membuang sampah, corat-coret dan merusak di gunung

Mendaki gunung merupakan kegiatan yang menyenangkan sehingga banyak sekali kawula muda dimanapun berada setiap weekend selalu menyempatkan diri untuk mendaki gunung. Selain menambah pengalaman dan melatih fisik serta mental mendaki gunung juga ada sisi negatifnya salah satunya membuang sampah sembarangan, mencorat-coret di batu, pohon dan petunjuk jalan juga sering juga merusak fasilitas umum seperti pos pendakian. Memindahkan situs bersejarah bahkan sampai merusak tanaman yang dilindungi. Pesan penulis jadilah pendaki yang cerdas dan jangan norak ataupun lebay, karena Tuhan tidak menciptakan alam bukan untuk dirimu saja tapi untuk semua mahkluk hidup, baik Nampak dan tidak Nampak. 😉

Sekali lagi jangan melakukan hal-hal bodoh yang dapat merusak alam, merugikan orang lain dan tentunya merugikan dirimu sendiri. Karena perbuatan tercela akan selalu kembali pada pribadi masing-masing. Siapa yang menanam dia sendiri yang akan menuai, apalagi “menanamnya” digunung siap-siap saja langsung dibalas oleh penghuni yang menjaga kelestarian gunung. 😀 Jagalah sopan santun, bersikap baik pada sesama pendaki, penduduk lokal, serta yang paling penting adalah menjaga lingkungan.

Berdoa dan Jangan Lupa Sholat bagi yang Muslim

Tips naik gunung yang utama dari semuanya adalah berdoa dan jangan lupa sholat. Karena buat apa mendaki gunung dan membanggakan ciptaan ilahi jika anda sendiri tidak taat dan tunduk pada ketetapan ilahi. Tetap santai, tenang dan tetap focus dalam menjalani ibadah dimanapun anda berada. Berdoa adalah kunci kesuksesan seseorang dalam pendakian karena seluruh alam dan penghuni gunung adalah ciptaan Tuhan, dan jangan jaim-jaim untuk berdoa kepada Tuhan. Mintalah keselamatan, kelancaran dan keberhasilan selama perjalanan.

Dan semoga tulisan lebay ini bermanfaat, terimakasih. 😉

Related posts

Tips Piknik Kepantai yang Baik dan Benar Berdasarkan Kisah Nyata Perjalanan Pribadi #2

Rud

Tips Piknik Kepantai yang Baik dan Benar Berdasarkan Kisah Nyata Perjalanan Pribadi #1

Rud

Tips Piknik Kepantai yang Baik dan Benar Berdasarkan Kisah Nyata Perjalanan Pribadi #3

Rud

Leave a Comment

You cannot copy content of this page