Site icon JejakPejalanKaki

Sunrise dan Sunset di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu

Kota Batu merupakan salah satu destinasi Kota wisata yang sangat diminati wisatawan, terutama di wilayah Jawa Timur. Alasan utamanya adalah iklim sejuk dan udara pegunungan yang membuatnya sangat nyaman bagi para wisatawan. Di sini, Anda akan menemukan banyak objek wisata menarik yang dapat dinikmati, baik itu objek wisata alam maupun buatan.

Dari beragam pilihan destinasi wisata yang ada di Batu, salah satu yang menjadi favorit wisatawan adalah Tempat Wisata Gunung Banyak Kota Batu. Sudah menjadi destinasi wajib para pengunjung yang menginjakan kaki di Kota Malang dan Kota Batu.

Artikel menarik lain > Tempat Wisata Dewi Sri Pujon

Lokasi Gunung Banyak Kota Batu

Lokasi Gunung Banyak terdapat di Desa Songgokerto, yang terletak di wilayah Kota Batu. Gunung ini berada persis di perbatasan antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, dengan ketinggian mencapai 1.276 meter di atas permukaan laut.

Legenda Gunung Banyak

Tersembunyi di balik pesona Gunung Banyak, tersimpan legenda yang begitu menarik, termasuk kisah yang terkait dengan seorang putri dan senjata pusaka yang berharga. Diceritakan bahwa pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri cantik bernama Raden Ayu Suci Kitri. Ia memiliki tanggung jawab besar yang diberikan oleh ayahnya, Empu Supo, yaitu menjaga sebuah pusaka kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai Keris Kyai Sangkelat.

Raden Ayu Suci Kitri tidak menjalankan tugasnya sendiri, ia dibantu oleh Eyang Simo Maruto, seorang Petapa sakti yang berwujud manusia berkepala harimau. Namun, sebuah konflik muncul ketika Adipati Blambangan, Minak Jinggo, sangat menginginkan pusaka tersebut. Ia memburu Raden Ayu Suci Kitri dengan tekad kuat. Saat Minak Jinggo mengejar Raden Ayu Suci Kitri, Eyang Simo Maruto menggunakan kekuatannya dengan menciptakan hujan badai untuk menghambat Minak Jinggo dan menghindarkannya dari menangkap Raden Ayu Suci Kitri.

Akhirnya, Raden Ayu Kitri berlindung di pertapaan Gunung Banyak, yang kemudian dikenal dengan nama Watu Lawang. Tempat pertapaannya terletak di sudut barat utara Gunung Banyak.

Dari kisah ini, muncul legenda bahwa di Gunung Banyak tersimpan tiga pusaka Kerajaan Majapahit yang berharga, termasuk Keris Kyai Sangkelat, serta dua senjata pusaka lainnya, yaitu Keris Kyai Sabuk Inten dan Keris Nogososro. Sebagai tambahan, Mpu Supo Manrangi, saudara kandung dari Mpu Tumenggung Supedrio Zidny, adalah sosok penting yang terlibat dalam cerita ini. Mpu Supo adalah seorang empu atau ahli keris dari Kerajaan Majapahit yang hidup pada sekitar abad ke-15. Ia dikenal sebagai pencipta senjata pusaka seperti Keris Nogososro, Kyai Sangkelat, dan Kyai Caruwuk. Selain itu, Mpu Supo juga diakui sebagai salah satu pendiri Kota Batu.

Sumber: ihwal.id

Menjadi wisata hits

Sebelum mencapai tingkat ketenaran seperti sekarang, Gunung Banyak Kota Batu pada awalnya hanya merupakan sebuah gunung atau bukit yang digunakan sebagai tempat untuk olahraga paralayang di Malang. Banyak atlet paralayang yang berlatih dan berkompetisi di berbagai kejuaraan menggunakan Gunung Banyak sebagai tempat latihan mereka.

Semakin kesini, dan dengan pertumbuhan Kota Batu sebagai kota pariwisata yang semakin pesat, berbagai tempat wisata dan rekreasi mulai bermunculan, termasuk di sekitar kawasan Gunung Banyak ini. Dan seiring jumlah wisatawan yang semakin banyak berkunjung disini akhirnya Guning Kecil ini dibangun infrastruktur pendukung untuk menunjang pariwisata agar lebih menarik dan membuat betah.

Akses Menuju Gunung Banyak

Untuk mencapai Gunung Banyak, tersedia dua pilihan rute yang dapat dipilih, tergantung dari titik awal perjalanan yang kamu pilih.

Dari Pusat Kota Batu

Rute pertama start dari Malang menuju ke Gedung Balaikota Batu. Dari sini akan bertemu pertigaan Songgoriti dan Pujon/Payung. Ambil jalur kiri kearah Pujon untuk kendaraan roda empat dan roda dua untuk keamanan perjalanan. Karena jalur Payung ini tidak terlalu menanjak seperti di jalur Songgoriti. Setelah patung sapi belok kiri mengikuti jalur utama hingga sampai pada pertigaan setelah Wisata Santera delaponte. Dipertigaan ini kamu harus belok kanan menuju Gunung Banyak, dan terus lihat papan penunjuk khusus, karena selain Gunung Banyak disini juga terdapat banyak wisata alamnya.

Dari Kediri atau Jombang

Rute kedua adalah dari Kediri atau Jombang langsung menuju ke Kota Batu melewati Pasar Pujon. Setelah pasar pujon kamu akan melewati pertigaan, dipertigaan ini kamu ambil jalur lurus saja dan mengikuti petunjuk yang ada. Dari pertigaan tadi jangan sampai belok kanan karena akan menuju Kota Batu melewati Payung.

Akses Jalan menuju Lokasi

Selama perjalanan menuju Gunung Banyak, kamu akan menghadapi jalan yang sempit, berkelok, dan seringkali berlubang. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kendaraan yang kamu gunakan dalam kondisi yang baik sebelum memulai perjalanan. Ketika mendekati loket pembayaran, kamu perlu sering kali menggunakan gigi 1 karena jalanan menuju gunung ini sangat curam. Setelah tiba di area parkir yang berada cukup dekat dengan puncak Gunung Banyak, kamu harus menempuh sedikit perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai puncaknya.

Kondisi jalan menuju ke puncak dianggap sudah cukup baik dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Namun, perlu diperhatikan bahwa kendaraan hanya dapat mencapai area parkir dan tidak dapat melanjutkan perjalanan lebih jauh.

Setelah mencapai area parkir, para wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Jalur pendakian menuju puncak tidak terlalu jauh dan tidak terlalu curam, sehingga dapat diakses dengan relatif mudah. Setibanya di puncak, kamu dapat menikmati pemandangan aktivitas paralayang yang sedang berlangsung, terutama saat cuaca sedang cerah dan mendukung.

Artikel menarik lain > Rest Area Sidorejo Ngantang jalur Malang Kediri

Tempat Latihan dan Wisata Paralayang

Gunung Banyak menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung dengan menyediakan kegiatan paralayang. Paralayang, juga dikenal sebagai paragliding, merupakan olahraga terbang bebas menggunakan parasut yang menantang adrenalin. Kegiatan ini telah menjadi daya tarik utama di Kota Batu karena banyaknya pengunjung yang tertarik mencoba sensasi paralayang.

Dari ketinggian sekitar 1.276 meter di atas permukaan laut, para pencinta paralayang dapat merasakan sensasi berlari di atas bukit dan melayang bebas sambil menikmati pemandangan indah Kota Apel. Dengan parasut, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan menakjubkan dari langit. Keindahan alam pegunungan yang dipadukan dengan hutan di sekitar dan tata kota serta permukiman akan terlihat spektakuler dari ketinggian. Lokasi pemberhentian paralayang ini berada di daerah Songgoriti.

Meskipun kegiatan paralayang ini tergolong ekstrem, usia peserta yang diizinkan berkisar antara 14 hingga 60 tahun, baik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman. Bagi yang berusia di bawah 14 tahun, izin dari orang tua diperlukan sebelum mereka dapat mencoba paralayang di Gunung Banyak. Selain itu, peserta dengan riwayat penyakit jantung dan epilepsi tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam aktivitas ini.

Untuk menikmati wisata paralayang di Gunung Banyak, pengunjung perlu menyiapkan biaya tambahan.

Harga Tarif Wahana

Biaya masuk ke Gunung Banyak terbagi menjadi beberapa destinasi. Pertama, kamu akan dikenakan biaya masuk untuk mengakses Gunung Banyak itu sendiri. Selanjutnya, jika kamu ingin mengunjungi setiap destinasi tertentu di dalam area Gunung Banyak, kamu juga perlu membayar tiket masuk untuk masing-masing destinasi tersebut secara terpisah.

Tiket Masuk Gunung Banyak

KeteranganHarga
HTM Gunung Banyak:Rp. 20.000,-
Omah Kayu :
Penginapan Omah Kayu:
Rp. 10.000,-
Rp. 350ribu s/d Rp. 850ribu
Taman Langit:Gratis

Note:

Harga sewaktu-waktu bisa berubah tergantung dari kebijakan pengurus.

Parkir Rp. 5rb untuk motor dan Rp. 10rb untuk Mobil. Ada biaya penitipan helm bayar seikhlasnya.

Tarif Paralayang Batu (Paket Tandem)

Paket wisata paralayang di Batu, Malang, memiliki kisaran harga antara Rp. 400.000 hingga Rp. 850.000, yang akan bergantung pada jenis paket yang kamu pilih. Untuk partisipan yang diperbolehkan mencoba paralayang, rentang usia yang diterima adalah antara 14 hingga 60 tahun.

Harap dicatat bahwa dalam harga paket wisata paralayang Gunung Banyak tersebut, sudah termasuk instruktur berlisensi, biaya ojek untuk kembali ke puncak gunung, serta biaya asuransi. Namun, perlu diingat bahwa tarif wisata paralayang ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang diberlakukan oleh pihak pengelola.

Jam Buka

Wisata Gunung Banyak buka 24 jam nonstop

Taman Langit buka setiap hari Pukul 07.00 – 00.00

Omah Kayu buka setiap hari Pukul 09.00 – 17.00

Wahana Lain di Gunung Banyak

Terdapat beberapa wahana lain yang tersedia di Gunung Banyak Paralayang, diantaranya sebagaiberikut:

Wisata Taman Langit (Gratis)

Tidak jauh dari arena paralayang, kamu dapat menemukan Wisata Taman Langit Gunung Banyak, sebuah destinasi yang instagenik dengan konsep tempat berfoto atau selfie. Di sini, tersedia berbagai spot foto yang menarik, termasuk gardu pandang, berbagai ornamen unik, dan beragam patung dengan bentuk yang kreatif yang dapat digunakan sebagai latar belakang untuk berfoto. Taman Langit ini terletak tepat di sebelah utara area paralayang, dan juga menawarkan fasilitas seperti kafe cangkruk manuk dan tempat bersantai yang memungkinkan kamu menikmati keindahan alam dan atmosfer hutan pinus.

Omah Kayu

Apabila kamu datang ke Gunung Banyak, kamu juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat menarik lainnya, yaitu Omah Kayu. Untuk mengaksesnya, kamu akan dikenai tarif khusus, dan jika kamu ingin merasakan pengalaman menginap di rumah pohon, disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu melalui nomor HP yang disediakan oleh admin.

Omah Kayu, sesuai namanya, adalah tempat penginapan yang terletak di atas pohon. Destinasi ini memiliki beberapa unit rumah pohon yang dapat disewa oleh pengunjung. kamu dapat menginap di sini dan menikmati pemandangan ke lereng gunung serta panorama kota yang terbentang di bawahnya. Bagi yang tidak berencana untuk menginap, kamu masih bisa mengunjungi tempat ini dan berfoto di beberapa spot unik yang sayang untuk dilewatkan.

Omah Kayu berlokasi di sebelah utara landasan paralayang, tepat didepan pintu masuk menuju paralayang. Dan kamu dapat dengan mudah menemukannya berkat papan penunjuk yang tersedia.

Artikel menarik lain > Rest Area Payung Kota Batu dulu dan sekarang

Kelebihan berwisata di Gunung Banyak

Berikut kelebihan berwisata di Gunung Banyak yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding wisata lainya, diantaranya adalah:

Menyaksikan Pemandangan Kota

Menikmati pemandangan Kota Batu dan Malang dari puncak Gunung Banyak tidak terbatas hanya pada siang hari. Sebagian wisatawan memilih untuk menikmatinya pada malam hari, karena saat malam suasananya lebih romantis dan syahdu. Di malam hari, kamu akan dapat melihat betapa sibuknya Kota Batu dan Kota Malang dengan gemerlap cahaya lampu yang menerangi keduanya.

Jangan khawatir jika kamu memilih untuk berkunjung di malam hari, karena Paralayang Kota Batu buka 24 jam. Puncak gunung ini juga memiliki fasilitas yang ramah pengunjung, termasuk toilet, mushola, area istirahat, warung makan, dan kafe yang menyajikan beragam makanan dan minuman hangat. Selain itu, tersedia juga area parkir yang aman bagi kendaraan kamu.

Menyaksikan Sunrise

Menikmati Sunrise Gunung Banyak Kota Batu adalah pengalaman yang menarik. Karena pemburu sunrise disini sangat banyak baik dari kalangan anak muda maupun orang tua. Gunung Banyak terletak di ketinggian dan menawarkan pemandangan mempesona saat matahari terbit. Berikut adalah panduan singkat tentang cara menikmati sunrise di Gunung Banyak:

Perencanaan Awal

Rencanakan perjalanan kamu dengan matang. Cek cuaca dan pastikan cuaca cerah pada saat yang kamu rencanakan untuk mendaki. Sunrise terbaik biasanya di pagi hari. Setelah shubuh biasanya orang-orang sudah banyak yang berada disini. Persiapkan pakaian hangat dan nyaman, senter, dan makanan ringan.

Tiba di Puncak Tepat Waktu

Coba tiba di puncak Gunung Banyak sekitar 30-60 menit sebelum waktu matahari terbit. Ini memberi kamu cukup waktu untuk menyiapkan peralatan kamera dan menikmati pemandangan. Jika kamu berangkat dari Kota Malang, berangkatlah 1 jam sebelum sunrise dan jika berangkat dari Kota Batu berangkatlah 30 menit sebelum sunrise.

Jangan Lupa Sarapan

Bawa makanan ringan atau sarapan ringan untuk dinikmati di puncak saat menunggu matahari terbit. Karena perut keroncongan saat menunggu sunrise merupakan hal yang tidak nyaman bagi kondisi tubuh. Apalahi di gunung Banyak udaranya sangat dingin diwaktu menjelang sunrise. Pastikan untuk membersihkan dan membawa kembali semua sampah kamu.

Nikmati Sunrise

Ketika matahari mulai terbit, nikmatilah momen yang indah ini. Jangan lupa untuk mengambil foto jika kamu ingin mengabadikannya.

Kebersihan dan Etika

Selalu jaga kebersihan lingkungan. Bawa kembali semua sampah kamu dan tinggalkan jejak kaki atau kenangan saja disini. Hormati lingkungan dan makhluk hidup di sekitar kamu. Jangan merusak atau mengganggu flora dan fauna setempat. Seperti kucing yang suka nongkrong di Gunung Banyak.

Menikmati sunrise di Gunung Banyak ketika cuaca cerah adalah pengalaman seru. Dengan perencanaan yang baik dan sikap yang bertanggung jawab, kamu dapat merasakan keindahan alam dan kedamaian yang ditawarkan oleh momen tersebut.

Menyaksikan Sunset

Selain sunrise di Gunung ini dapat menikmati sunset, hal ini dikarenakan view di Gunung Banyak bisa melihat 180 drajat. Baik itu ufuk timur, selatan dan ufuk barat terlihat semua. Udara segar dan suasana dingin pegunungan akan memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung. Banyak keluarga dan rombongan memilih untuk datang selama jam-jam sibuk, terutama hingga sore hari. Pada sore hari, pengunjung biasanya bertambah banyak, mereka datang untuk menikmati senja sambil menikmati secangkir kopi atau minuman lainnya di tempat ini.

Fasilitas di Gunung Banyak

Tempat Parkir Luas

Toilet Umum

Mushola

Warung atau Café

Fotografer

Penginapan

Wisata Populer di Sekitar Gunung Banyak

Goa Pinus

 Goa Pinus adalah contoh nyata inspirasi, awalnya merupakan bekas lahan tambang pasir yang kini telah diubah menjadi tempat wisata alam yang Instagramable. Salah satu daya tarik utama Goa Pinus adalah adanya goa yang sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang, yang dikenal sebagai Goa Jepang.

Goa Pandawa

 Lokasi Goa Pandawa terletak di satu gugusan gunung dengan Gunung Banyak, Songgoriti. Goa Pandawa memiliki keunggulan karena memberikan pemandangan seluruh sudut kota dari berbagai dimensi, menjadikannya tempat yang menarik untuk dinikmati.

Coban Rondo

 Air terjun ini memiliki ketinggian 84 meter dan berlokasi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Dinamai “Coban Rondo” yang berarti ‘air terjun janda’ dalam bahasa Indonesia. Air terjun ini memiliki sumber dari mata air Cemoro Dudo yang berada di lereng Gunung Kawi dengan debit air yang bervariasi sepanjang tahun.

Cafe Sawah Pujon Kidul

 Cafe ini berlokasi di tengah persawahan dengan latar belakang pemandangan Gunung Kelud, Welirang, Dorowati, dan Kelet. Tempat ini memiliki tata letak yang cantik dan menawarkan makanan khas pedesaan. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai, menikmati hidangan pedesaan, dan berfoto dengan panorama alam sekitar.

Florawisata Santerra De Laponte

 Flora Wisata San Terra de Laponte merupakan sebuah destinasi wisata yang menyatukan keindahan alam dan elemen estetika dalam satu tempat. Di sini, pengunjung dapat memuaskan mata dengan kecantikan taman yang dipenuhi dengan tanaman hias dan berbagai ornamen yang menakjubkan. Tempat ini tidak hanya cocok untuk keluarga, tetapi juga sangat menggoda bagi individu yang menginginkan pengalaman memadukan estetika dengan alam.

Sebelum berencana mengunjungi Flora Wisata San Terra de Laponte, selalu disarankan untuk memeriksa informasi terbaru mengenai jam operasional, harga tiket masuk, dan fasilitas yang tersedia. Dengan begitu, kamu dapat merencanakan kunjungan dengan lebih baik dan menikmati keindahan yang ditawarkan oleh tempat wisata ini.

Demikian, Semoga Bermanfaat.

Artikel menarik lain > Pemandangan Terbaik di rest area jalibar kota batu

Exit mobile version