Pacu Jalur: Budaya Balap Perahu Dayung di Kuantan Singingi

Pacu Jalur Kuantan Singingi bukan hanya sekadar event tahunan, tetapi juga simbol kebanggaan yang menghiasi kalender masyarakat Kuantan Singingi. Acara ini tidak hanya melibatkan komunitas lokal dari pelosok kampung, tetapi juga telah melampaui batas nasional.

Dalam lingkup Kabupaten Kuantan Singingi, terutama di ibu kotanya, Teluk Kuantan, dan sepanjang Sungai Kuantan, event Pacu Jalur telah menjelma menjadi festival tahunan terbesar yang ditunggu-tunggu.

Pacu Jalur, juga dikenal dengan variasi pengejaan seperti Pacu Jalua, Pachu Jalugh, atau Patjoe Djaloer, merupakan perlombaan tradisional yang melibatkan dayung perahu, sampan, atau kano khas Minangkabau. Asalnya berasal dari kawasan Tengah-Barat Sumatra, tepatnya di Kuantan Singingi yang sering diidentifikasi sebagai Kuansing.

Artikel menarik lainnya Menikmati Keindahan Alam di Cafe Sawah Pujon Malang

Secara etimologis, istilah “Pacu Jalur” memiliki akar dalam bahasa Minangkabau, di mana “pacu” mengacu pada “perlombaan”, dan “jalur” merujuk pada “perahu” atau “sampan”. Dengan kata sederhana, Pacu Jalur dapat diartikan sebagai “perlombaan perahu” atau “perlombaan sampan”.… Read more

Candi Jago di Malang Menyimpan Misteri Sejarah Singosari

Jika membahas tentang Kabupaten Malang pasti sudah identik dengan kota yang memiliki berbagai macam tempat wisata alam dan wisata kulinernya. Tapi tahukah kalian bahwa ternyata, Kabupaten Malang juga memiliki tempat bersejarah yang sayang jika tidak dikunjungi ketika sedang berlibur di kota ini.

Artikel menarik lainnya Rainbow Slide Floating Market Lembang Sensasi Ekstrim

Wisata sejarah itu adalah Candi Jago, Candi ini adalah sebuah Candi peninggalan dari zaman kerajaan Singasari yang didirikan sekitar abad ke-13 Masehi.

Letak Candi Jago

Candi Jago terletak di lembah Gunung Bromo, di dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya sekitar 22 km ke arah timur dari Kota Malang. Karena lokasinya berada di Desa Tumpang, kompleks candi kuno ini sering disebut juga sebagai Candi Tumpang. Penduduk setempat memiliki sebutan unik untuknya, yaitu Cungkup.

Berikut View 360:

Arti Candi Jago

Berdasarkan kitab Negarakertagama dan Pararaton, bangunan purbakala ini sebenarnya bernama Jajaghu. Dalam pupuh 41 gatra … Read more

Jalan Malioboro dan Semua Kenangannya

Jalan Malioboro dan Kenangannya

Jalan Malioboro dan Kenangannya: Malioboro merupakan salah satu jalan yang terkenal di pusat Kota Yogyakarta. Jalan ini termasuk dalam tiga jalan utama di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Pal Putih Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Ketiga jalan tersebut adalah Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro, dan Jalan Jend. A. Yani. Peran penting Jalan Malioboro adalah sebagai poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta sejak pertamakali dibangun.

Jalan Malioboro dan Kenangannya sangatlah ikonik di kota Jogjakarta dan selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Wisatawan dari luar kota yang datang ke Jogjakarta pasti ingin mengunjungi jalan ini. Jalanan Malioboro adalah jalanan satu arah yang selalu dipenuhi oleh pejalan kaki yang ingin menikmati suasana kota, berbelanja, atau mencicipi makanan di sepanjang Jalan Malioboro.

Kunjungan ke Jogjakarta tidaklah lengkap tanpa singgah ke jalan ikonik ini. Jaraknya dekat dengan keraton, alun-alun, dan titik nol kilometer Jogja. Di sekitar Malioboro, kamu bisa berwisata kuliner Jogja, berbelanja oleh-oleh, … Read more

Grebeg Syawal: Tradisi Upacara Syukuran di Karaton Surakarta

Grebeg Syawal merupakan salah satu tradisi Upacara Syukuran di Karaton Surakarta yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tradisi ini berakar dari perpaduan budaya Jawa dan ajaran Islam, mencerminkan kekayaan sejarah dan makna mendalam di balik perayaan tersebut.

Artikel Menarik Lainya Malam Satu Suro dan Tradisi Tahunan

Asal Usul Grebeg Syawal

tradisi Upacara Syukuran di Karaton Surakarta

menpan.go.id

Grebeg Syawal bermula dari zaman Kesultanan Mataram Islam pada abad ke-16. Pada masa itu, Sunan Pakubuwono II, seorang Sultan Mataram, memperkenalkan tradisi Grebeg sebagai ungkapan syukur atas berhasilnya mempertahankan dan mengembangkan wilayah kesultanan. Awalnya, perayaan Grebeg dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Syawal sebagai tanda berakhirnya bulan puasa Ramadan.

Simbolisme dan Makna

Perayaan Grebeg Syawall sarat dengan simbolisme dan makna yang mendalam. Gunungan Estri yang melambangkan yoni atau simbol perempuan menggambarkan sifat pelindung dan penjaga kehidupan. Sementara Gunungan Jaler yang melambangkan lingga atau simbol laki-laki mencerminkan kekuatan, keberanian, dan ketegasan.

Dalam perayaan ini, kedua … Read more

Candi Badut adalah Candi Tertua di Jatim

CandI Badut di Kabupaten Malang merupakan salah satu warisan sejarah dan merupakan candi tertua di Jawa Timur. Candi Badut ditemukan di tengah persawahan. Pada tahun 1921, Waktu itu yang nampak hanyalah gundukan bukit berbatu, terdapat reruntuhan dan tanah diatasnya, bahkan terdapat beberapa pohon beringin yang tumbuh diatasnya.

Artikel menarik lainnya Apa arti Backpacker? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Lokasi Candi Badut

Candi Badut, candi tertua di Jatim ini terletak di desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jika sedang mengunjungi Candi Badut, kita bisa melihat bahwa Candi ini menghadap ke arah barat dimana diwilayah itu dikeliling oleh gunung-gunung. Beberapa gunung-gunung yang mengelilingi Candi Badut adalah Gunung Arjuna di barat, Gunung Kawi di sebelah selatan,Gunung Bromo / Tengger di utara dan Gunung Semeru di timur.

Maps Lokasi

Tiket Masuk Candi Badut

Cagar budaya ini buka setiap hari, jam 08.00 – 15.00 WIB, Untuk bisa melihat candi tertua di jatim ini pengunjung tidak dikenakan tarif … Read more