Skip to content
jejak
jejak

pejalan kaki

  • Home
  • Blog
  • Contact Us
jejak

pejalan kaki

Space / Angkasa Raya

Eliza, November 5, 2018

space

Friends. . .
When the world no longer laughs and becomes hell
Do not think of this as grief
Because the sun still looks bright
Pursue and do not be a loser
Although the road is getting bleak and unruly
Step forward with the spirit of the struggle
Although the tears of blood has stalled
There is still one life in one body ready to die
Dying to fight for our lost world
Deprived by oppressors who claim to be fighters

Comrade. . .
Hear the wind and the sun
Did they ever say tired of trying to blow and shine?
Illuminates the beauty of our lives that must be fought for
Crawling, standing, walking and running for a victory
In a world that is no longer in balance
Among the glorified oppressors and the smaller ones disappear
As if the world were created for the rioters of justice
Deprived all the peaceful life
And do we let go just by looking
Or maybe we’ve become sycophants, entangled, cursed

Buddy. . .
Rest assured the world is created for us
All who want justice and peace of the universe
Not just words, symbols or slogan
And not just stories, fairy tales or writing
…
Keep on running o my friends, friends and buddies
Expose your fragile wings
To fly high through the sky
The sky looks blue and full of millions
Reach our world all that long awaits
Pursue the 1001 spirit that never dies

Jun’09
Posted by Aru Jayawardhana at 7:16 AM Sunday, July 4, 2010
Labels: Poetry, Rhymes, Poetry

====================================================================================

angkasa raya

Teman . . .
Ketika dunia tak lagi tertawa dan menjadi neraka
Jangan kau anggap ini sebagai duka
Karena mentari masih terlihat terang
Kejar dan jangan jadi pecundang
Walau jalan semakin suram dan tak karuan
Langkahkan harapan dengan semangat perjuangan
Walau air mata darah ‘tlah terhenti
Masih ada satu nyawa dalam satu raga siap mati
Mati ‘tuk perjuangakan dunia kita yang hilang
Terampas oleh penindas yang mengaku pejuang

Kawan . . .
Dengarlah hembusan angin dan sengatan mentari
Apa mereka pernah berkata bosan tuk slalu berhembus dan menyinari ?
Menyinari indahnya hidup kita yang harus diperjuangkan
Merangkak, berdiri, berjalan dan berlari tuk sebuah kemenangan
Dalam dunia yang tidak lagi seimbang
Diantara penindas yang diagungkan dan yang kecil semakin menghilang
Seakan dunia diciptakan bagi perusuh keadilan
Merampas semua hidup yang penuh kedamaian
Dan apakah kita pasrah hanya dengan melihat
Atau mungkin kita tlah jadi penjilat, terjerat, terlaknat

Sobat . . .
Yakinlah dunia ini tercipta untuk kita
Semua yang ingin keadilan dan kedamaian semesta
Bukan sekedar kata – kata simbol ataupun selogan
Dan bukan hanya cerita, dongeng ataupun tulisan
…
Teruslah berlari wahai teman, kawan dan sobatku
Bentangkanlah sayap – sayap rapuhmu
‘tuk terbang tinggi menembus angkasa
Angkasa terlihat biru dan penuh berjuta asa
Gapailah dunia kita semua yang tlah lama menanti
Kejarlah dengan 1001 semangat yang tak ‘kan pernah mati

Jun’09
Posted by Aru Jayawardhana at 7:16 AM Sunday, July 4, 2010
Labels: Puisi, Sajak, Syair

Blog

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Hari Libur Enaknya Ngapain?

June 25, 2023

Hari Libur Enaknya Ngapain: Hari libur adalah waktu yang sempurna untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Berikut beberapa ide tentang apa yang bisa Anda lakukan saat hari libur: Artikel menarik lain > Menikmati Keindahan Matahari Terbit di Punthuk Setumbu Istirahat dan Bersantai Bingung hari Libur enaknya ngapain? Gunakan waktu…

Read More

Tips Traveling di Kota Besar

October 17, 2024

Berkeliling di kota besar sering kali menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Dengan lalu lintas yang padat, kerumunan yang ramai, serta jarak yang jauh antara satu tempat dengan yang lain, traveler membutuhkan strategi agar perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan. Namun, dengan persiapan yang matang dan sedikit pengetahuan lokal, perjalanan di kota…

Read More

Potensi Kota Malang yang dilupakan oleh Masyarakatnya Sendiri

February 21, 2021

Disadur dan ditulis kembali dari majalah terpopuler dijamanya akhir tahun 90an. Jatim Tourism News tahun 2002 mengenai Potensi Kota Malang dilupakan oleh Walikota Malang Saat itu, Berikut ulasanya berdasarkan penjelasan majalah dan tambahan dari berbagai sumber terpercaya. Karya Seni yang ditinggalkan Kalau Anda masuk ruang kerja saya, Anda melihat sesuatu…

Read More

Recent Posts

  • Atap Lombok: Menyelami Deretan Kesulitan Mendaki Gunung Rinjani
  • Panduan Memilih Motor Terbaik untuk Menaklukkan Keindahan Gunung Bromo
  • Como 1907: Dari Kebangkrutan hingga Menjadi Sorotan Sepak Bola Dunia
  • Menguak Legenda Nyi Roro Kidul: Sang Penguasa Mistis Samudra Hindia
  • Rahasia Kuliner Nusantara: Perbedaan Pecel Madiun, Blitar, dan Tulungagung

Categories

  • Backpacker
  • Blog
  • Catatan Perjalanan
  • Jejak Kaki
  • Jejak Kuliner
  • Jejak Luar Negri
  • Kereta Api
  • Kuliner Dalam Negri
  • Kuliner Hits
  • Kuliner Luar Negri
  • Pecinta Alam
  • Pendaki Gunung
  • Penikmat Senja
  • Piknik Estetik
  • Salam Lestari
  • Tempat Ngopi
  • Tips
  • Vitaminsea
  • Wisata Alam
  • Wisata Hits
  • Wisata Keluarga
  • Wisata Sejarah

About us

  • Home
  • Contact Us
  • Disclosure Policy
  • Sitemap

blog borobudur bromo bukitteletubies Cerita Reyog Ponorogo dieng Gunung Lembu Gunung Putri Tidur Gunung Rinjani Gunung Semeru jawa timur Kalimantan Selatan Kawah Jonggring Saloko Kota Bandung kota batu Kota Malang kotamalang Kota Rantau Kota Tulungagung kuliner malang Malam satu Suro mendaki gunung Pantai di Jawa Timur Pantai Di Malang Pantai Jatim pantai papuma Pantai Pasir Putih Tulungagung Pantai selatan pasirberbisik pasir putih patak banteng Pendakian Gunung Lawu Pesarean Gunung Kawi prambanan Pulau Bali pulau seribu Ranu Kumbolo Stasiun Kota Baru Malang Sungai Brantas sunrise travel wisata candi Wisata Goa di Jatim Wisata telaga sarangan yogyakarta

©2026 jejak | WordPress Theme by SuperbThemes