Skip to content
jejak
jejak

pejalan kaki

  • Home
  • Blog
  • Contact Us
jejak

pejalan kaki

Pendakian Gunung Sindoro, Pertama Mendaki Diatas 3000 Mdpl #1

Apriel Mendrofa, September 24, 2020

Gunung Sindoro yang juga dikenal dengan Sindara atau Sundoro merupakan gunung volcano aktif yang terletak diantara wilayah Wonosobo dan Temanggung Jawa Tengah. Dengan ketinggian 3.153 meter diatas permukaan laut, Pendakian Gunung Sindoro memiliki 4 jalur pendakian : jalur pendakian via Kledung, jalur pendakian via Sikatok (Desa Sigedang, Tambi), jalur pendakian via Alang Alang Sewu dan jalur pendakian via Bansari.

Dan kali ini bersama komunitas Backpacker Jakarta, gue akan melakukan pendakian ke gunung yang masih aktif ini. Untuk pendakian ke gunung Sindoro kami akan melewati jalur pendakian via Kledung yang berada di kabupaten Temanggung.

Baca juga: Pendakian Gunung Gede 2.958 mdpl via Putri ; Pasar Pindah ke Gunung #2

Perjalanan Bersama Backpacker Jakarta

Pendakian Gunung Sindoro

Ini adalah trip kedua gue bersama komunitas “Backpacker Jakarta” setelah sebelum nya melakukan pendakian ke gunung Lembu yang berada di Purwakarta. Komunitas ini bersifat sharing cost jadi seluruh biaya, perlengkapan dan logistik dibagi bersama. Trip ini diikuti 30 orang dan dibagi dalam beberapa kelompok kecil supaya sesama anggota kelompok saling melengkapi segala peralatan dan kebutuhannya.

Sekretariat BPJ (Backpacker Jakarta) yang terletak di Cawang jumat malam itu sangat ramai, karna selain trip ke Sindoro BPJ juga melakukan trip ke gunung Sumbing. Bis mulai melaju meninggalkan ibukota dengan segala hiruk pikuk dan kemacetannya. Bis yang bertolak dari Cawang pada pukul 21.00 hingga pukul 03.30 masih merayap di gerbang tol Cikampek. Hal yang paling membosankan adalah terjebak di kemacetan bahkan di jalan tol sekalipun. Mencoba untuk tidur kemudian bangun lagi tapi seolah olah bis tidak beranjak, hufft.

Menuju Basecamp Kledung

Pukul 10 pagi bis memasuki daerah Sukorejo dan berhenti sejenak untuk istirahat mengisi perut para penikmat ketinggian. Pantat sudah panas kelamaan nempel di kursi, kaki sudah pegal bukan karna berjalan tapi kelamaan duduk.

Dari kejauhan mulai terlihat gunung Sindoro dan Sumbing yang dijuluki sebagai gunung kembar itu, rasa capek dan ngantuk mendadak sirna karna kagum melihat keagungan ciptaan Yang Kuasa, sudah tidak sabar membayangkan akan berada di puncak gunung itu.

Bis terus melaju melewati jalan propinsi yang berada diantara gunung Sindoro dan gunung Sumbing, jalan ini yang menghubungkan antara kota Temanggung dan Wonosobo. Lukisan alam dengan keindahannya mengingatkan pada masa kecil yang suka menggambar matahari dibalik gunung dan sawah yang terhampar luas, luar biasa!

Baca juga: Rekomendasi Pantai Pasir Putih di Malang

Pendakian Gunung Sindoro 3.153 Mdpl

Pukul 11.30 bis berhenti di Basecamp Kledung yang merupakan pos awal pendakian, udara disini cukup adem walau tengah hari bolong karna daerah ini dikelilingi oleh pegunungan. Situasi basecamp sudah ramai oleh para pendaki, kendaraan yang terparkir juga cukup padat pertanda pendakian hari ini pasti ramai. Basecamp Kledung adalah balai pertemuan warga sehingga tempatnya cukup luas untuk menampung pendaki yang istirahat maupun packing barang.

Oiya jangan buru buru untuk packing ulang barang ya. Karna sebelum melakukan pendakian petugas akan mengecek kelengkapan peralatan penting yang dibawa pendaki seperti sleeping bag, jas hujan, air minum dan logistik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal buruk menimpa para pendaki ketika melakukan pendakian. Menurut gue hal ini sangat bagus supaya para pendaki selalu mengutamakan keselamatan salah satunya dari perlengkapan dan logistik, good job.

Naik Ojek

Dari basecamp ke pos 1 ada dua alternatif yang bisa dilakukan yaitu : jalan kaki dan menggunakan ojek.  Jika berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam karna jarak lumayan jauh dan jika menggunakan ojek cukup 15 menit saja.

Karna keterbatasan waktu dan juga menghemat tenaga maka rombongan memutuskan untuk menggunakan ojek sekalian membantu perekonomian warga setempat. Satu ojek terkadang menarik dua penumpang sekaligus padahal ongkos tetap dikenakan per kepala sebesar Rp. 25.000. Naik ojek gunung memberi sensasi tersendiri, melewati jalan berbatu. Menanjak dengan kecepatan tinggi membuat jantung serasa copot tapi jangan pernah meragukan kemampuan para tukang ojek ini.

Dan ketika turun dari motor jantung masih deg degan, dengkul gemetaran dan kaki kesemutan. Jadi lebih baik ketika naik ojek tidak usah bonceng bertiga supaya lebih nyaman dan ongkosnya pun sama saja. Oiya dalam perjalanan beberapa kali kami melewati para pendaki yang berjalan kaki dari basecamp. Sepertinya asyik juga bisa dengan santai menikmati lukisan alam dan perkebunan warga disepanjang jalur.

Pendakian di musim kemarau identik dengan jalur berpasir dan berdebu, maka memakai masker atau buff adalah pilihan yang sangat tepat. Seringkali papasan dengan para pendaki yang baru turun. Mereka dengan cueknya berlari dijalur yang membuat debu beterbangan dan penglihatan tertutup seperti kabut. Jadi bingung apakah mereka terlalu egois dan tidak peduli apa efek dari kelakuan mereka? Itu sangat mengganggu sekali.

Next Page 1 2 3

Catatan Perjalanan Gunung Sindoro

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Catatan Perjalanan

Pengalaman Pertama Kedinginan Di Gunung Bromo

October 17, 2018

Kedinginan Di Gunung Bromo: Perjalanan ke Bromo ini sebenar nya di tahun 2015 kemarin tapi kenangan itu masih melekat sampai sekarang dan masih belum puas rasanya waktu itu main ke Bromo. Jadi sambil menulis catatan ini sekaligus flashback keseruan perjalanan ke Bromo. Trip kali ini dimulai dari stasiun Pasar Senen…

Read More

Rest Area Payung Kota Batu: Dulu dan Sekarang

September 23, 2023

Kawasan Rest Area Payung Kota Batu, pernah menjadi destinasi wisata yang legendaris. Di masa lalu, Payung adalah nama yang tak asing lagi bagi wisatawan, baik yang berasal dari Malang Raya maupun dari luar kota. Namun, sayangnya, saat ini kejayaan Payung lambat laun telah meredup, dan tersaingi oleh destinasi wisata baru…

Read More
Catatan Perjalanan

Mengintip Gagahnya Merapi Dari Bukit Klangon

October 25, 2018

Bukit Klangon Merapi: Yogyakarta! sampai saat ini masih menjadi destinasi wisata favorit gue, sudah beberapa kali berkunjung ke kota ini dan selalu saja menarik buat gue. Bahkan ada beberapa tempat yang gue kunjungin berkali kali tapi tidak pernah merasa bosan. Kali ini gue akan mencoba mendatangi tempat yang baru di…

Read More

Recent Posts

  • Atap Lombok: Menyelami Deretan Kesulitan Mendaki Gunung Rinjani
  • Panduan Memilih Motor Terbaik untuk Menaklukkan Keindahan Gunung Bromo
  • Como 1907: Dari Kebangkrutan hingga Menjadi Sorotan Sepak Bola Dunia
  • Menguak Legenda Nyi Roro Kidul: Sang Penguasa Mistis Samudra Hindia
  • Rahasia Kuliner Nusantara: Perbedaan Pecel Madiun, Blitar, dan Tulungagung

Categories

  • Backpacker
  • Blog
  • Catatan Perjalanan
  • Jejak Kaki
  • Jejak Kuliner
  • Jejak Luar Negri
  • Kereta Api
  • Kuliner Dalam Negri
  • Kuliner Hits
  • Kuliner Luar Negri
  • Pecinta Alam
  • Pendaki Gunung
  • Penikmat Senja
  • Piknik Estetik
  • Salam Lestari
  • Tempat Ngopi
  • Tips
  • Vitaminsea
  • Wisata Alam
  • Wisata Hits
  • Wisata Keluarga
  • Wisata Sejarah

About us

  • Home
  • Contact Us
  • Disclosure Policy
  • Sitemap

blog borobudur bromo bukitteletubies Cerita Reyog Ponorogo dieng Gunung Lembu Gunung Putri Tidur Gunung Rinjani Gunung Semeru jawa timur Kalimantan Selatan Kawah Jonggring Saloko Kota Bandung kota batu Kota Malang kotamalang Kota Rantau Kota Tulungagung kuliner malang Malam satu Suro mendaki gunung Pantai di Jawa Timur Pantai Di Malang Pantai Jatim pantai papuma Pantai Pasir Putih Tulungagung Pantai selatan pasirberbisik pasir putih patak banteng Pendakian Gunung Lawu Pesarean Gunung Kawi prambanan Pulau Bali pulau seribu Ranu Kumbolo Stasiun Kota Baru Malang Sungai Brantas sunrise travel wisata candi Wisata Goa di Jatim Wisata telaga sarangan yogyakarta

©2026 jejak | WordPress Theme by SuperbThemes