Skip to content
jejak
jejak

pejalan kaki

  • Home
  • Blog
  • Contact Us
jejak

pejalan kaki

Kisah bolang tahun 90an, Adus Kali Brantas

Eliza, February 20, 2019
Bolang Tahun 90an

Bocah Petualang

Bolang Tahun 90an merupakan cerita masa kecil penulis yang suka berpetualang menelusuri indahnya alam di daerah Dinoyo Tahun 90an di Kota Malang.

Setelah kenyang dengan buah-buahan yang segar, hal biasa yang kami lakukan setelah mencari buah adalah mandi di sungai brantas, jaraknya sekitar 1km dari prunas. Pada waktu kami kecil dulu pemandangan sungai brantas sangat indah, dengan pemandanganya yang alami, sawah membentang luas, dan banyak pohon yang tumbuh diseputaran das sungai brantas. Biasanya sebelum sampai ke sungai, kami melewati sawah yang membentang luas, pemilik sawah tersebut sering disebut oleh teman-teman sebaya dengan sebutan Markasan. 


Lari dan Melompat

Pernah suatu hari kita melewati sawah pak Marksan tidak sengaja ada dua ekor kerbau yang sedang dilepas dipadang rumput, diantara kami ada yang punya ide untuk menaiki kerbau tersebut seperti yang ada difilm-film kabayan. Saat asik menaiki kerbau tersebut tiba-tiba si Markasan datang sambil mengacungkan clurit / sabit, saking kaget dan terkejutnya aku langsung lari, sedangkan temenku yang sedang menaiki kerbau juga kaget, sehingga mengagetkan kerbaunya juga, dan mereka berdua yang naik diatas punggung kerbau tersebut dilemparkan ketanah oleh kerbaunya, sontak saja temanku terjatuh ketanah dan kesakitan.

Belum sampai menahan sakitnya badan, teman-temanku juga harus lari karena dari kejahuan si Markasan akan mendekat sambil teriak-teriak gak jelas, sambil kesakitan kami lari tunggang-langgang seperti pencuri yang dikejar-kejar orang sepasar. Kami pun lari sekuat tenaga tanpa menghiraukan arah belakang dan berlari terus sampai-sampai tidak tahu jika didepan tidak ada jalan lagi, yang ada hanya sawah yang curam turun kebawah, tingginya sekitar 5meter.

Karena kondisi yang serba panik tersebut kita ber empat langsung meloncati sawah yang curam tersebut, dan sampai dibawah jantung terasa mau copot, tulang-tulang seperti mau lepas tapi meskipun begitu kita tetap saling memandangi satu sama lain dan ketawa-ketawa seperti orang yang tidak punya dosa, sambil keheranan dan berkata “kok iso mencolot sak munu dhuwure rek, hahahaa…”

Mandi di Sungai Brantas

Setelah itu kami menuju ke sungai brantas sambil kesakitan memegangi pinggang, sesampai di sungai Brantas kami pun buru-buru melepas pakaian dan langsung menceburkan diri di air yang segar. Saat itu sungai brantas yang kami kunjungi adalah sungai brantas dibawah jembatan yang menghubungkan deerah Dinoyo dan daerah Bioro.

Di sungai brantas ini terdapat batu seukuran dua orang dewasa ditengah-tengahnya. Sehingga batu tersebut kita gunakan bersantai dan saling memijat punggung setelah kesakitan terjun bebas dan dibanting kerbau dari Markasan tadi.

Walaupun sering dari kakek-kakek kami yang asli orang sini mewanti-wanti agar tidak mandi disungai ini. Karena menurut mereka sungai ini banyak penunggunya. Tapi kami yang waktu itu masih polos enjoy saja mandi dikali ini. Sambil sesekali memeragakan renang gaya bebas, punggung, dada sampai gaya batu. Dan juga sering dari kami adu salto atau koprol diair.

Jika bosan mandi di air biasanya kita pergi ke pinggir sungai dan mencari pasir untuk dibuat dempo atau semacam bulatan seperti bakso. Tapi terbuat dari pasir dan dipoles dengan air sampai permukaanya terlihat rata. Setelah itu diadu, dan siapa yang pecah atau rusak duluan maka mereka yang kalah.

Sungai atau kali brantas ditempatku ini ada banyak tempat. Sesuai dengan fungsi dan kegunaan penduduk sekitar yang menamai. Ada brantas kyai, brantas sumber, brantas watu gede dan yang sering dibuat mandi anak-anak kecil seperti kita waktu itu adalah brantas jembatan. Karena letaknya persis dibawah jembatan.

Goa Peninggalan Mbah Buyut

Lima meter diatas kami mandi terdapat gua peninggalan kakek-buyut antara orang sekitar Dinoyo dan Bioro. Kata kakekku yang pernah bercerita kepadaku. Bahwa dulu goa ini digunakan bersembunyi masyarakat sekitar termasuk kakekku, yang akan menyerang belanda dikota Malang. Jadi ketika ada sweeping didarat dan udara dari Belanda semua bersembunyi didalam sini termasuk bahan makanan dan persenjataan.

Namanya juga anak kecil, kami juga penasaran dengan isi dalam goa ini. Sebab, mitos yang beredar di masyarakat goa ini tembus sampai Candi Badut di daerah Gasek. Dan setiap kami selesai mandi di kali brantas selalu menyempatkan diri untuk ke goa ini. Kadang dari kami juga sampai masuk hingga kedalam yang panjangnya sekitar 20 meteran. Saat itu, aku juga pernah masuk hingga perbatasan lubang yang kira-kira tingginya sekitar perut anak kecil.

Tapi, kami waktu didalam sudah tidak mau melanjutkan lagi meskipun kelihatanya masih dalam lagi. Karena menurut cerita dari kakek. Goa tersebut ada penunggunya seekor ular, kami tidak tahu apa ular beneran atau ular jadi-jadian berupa jin atau sejenisnya. Atau mungkin untuk menakut-nakuti anak kecil supaya tidak masuk gua tersebut.

Setelah lelah bermain di goa, biasanya kita pulang. Atau kadang main dulu dibatu besar disebrang jembatan sambil melihat indahnya langit biru. Dan lagi-lagi konon katanya di batu besar dekat jembatan ini juga ada penunggunya seekor ular besar dari bangsa jin. hmm..

Sesampai dirumah biasanya kita mandi lagi. Karena mandi disungai membuat rambut banyak kotoran ampas tahu dan kerikil yang menempel. Setelah mandi kami pergi mengaji di kampung sebelah gang Masjid.

Mlg, 051205

sumber tulisan sendiri di publish ulang

Blog

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Bijaklah dalam Pemakaian Listrik dan Air di Rumah

June 17, 2020

Pemakaian Listrik dan Air di Rumah salah satu wujud dari energi yang dihasilkan dari Sumber Daya yang terkandung di Alam Indonesia. Kita haruss Banyak bersyukur hidup di bumi Indonesia. Bangsa yang dikaruniai sumber daya. Salah satunya sumber daya enérgi Mulai dari minyak, sampai yang bukan minyak. | Anda bisa membaca:…

Read More
Blog

Otw Liburan Ke Pulau Dewata Bali

January 30, 2019

Baru pertama kali ini aku melakukan liburan ke Pulau Bali bersama keluarga, sebelum-sebelumnya aku berlibur dengan cara bakcpackeran bersama teman, dan kadang juga pergi ke Bali bersama teman sekantor waktu masih bekerja di Radar Mojokerto. Dan sebelum menulis perjalanan ke Bali aku telah menulis Perjalanan Liburan, eh maksudnya mengantar perjalanan…

Read More

Ternyata ada Kisah Cinta dalam Cerita Reyog Ponorogo

October 24, 2023

Asal Usul Reyog Ponorogo versi Kerajaan Bantarangin mengisahkan kisah cinta dan perjuangan dari zaman Kerajaan Bantarangin. Cerita ini dimulai dengan seorang putri yang memiliki kecantikan luar biasa, setara dengan bidadari. Namanya adalah Dyah Ayu Dewi Songgolangit, putri dari Raja Kediri. Kecantikan Dewi Songgolangit ini terkenal hingga mencapai Kerajaan Bantarangin yang…

Read More

Recent Posts

  • Atap Lombok: Menyelami Deretan Kesulitan Mendaki Gunung Rinjani
  • Panduan Memilih Motor Terbaik untuk Menaklukkan Keindahan Gunung Bromo
  • Como 1907: Dari Kebangkrutan hingga Menjadi Sorotan Sepak Bola Dunia
  • Menguak Legenda Nyi Roro Kidul: Sang Penguasa Mistis Samudra Hindia
  • Rahasia Kuliner Nusantara: Perbedaan Pecel Madiun, Blitar, dan Tulungagung

Categories

  • Backpacker
  • Blog
  • Catatan Perjalanan
  • Jejak Kaki
  • Jejak Kuliner
  • Jejak Luar Negri
  • Kereta Api
  • Kuliner Dalam Negri
  • Kuliner Hits
  • Kuliner Luar Negri
  • Pecinta Alam
  • Pendaki Gunung
  • Penikmat Senja
  • Piknik Estetik
  • Salam Lestari
  • Tempat Ngopi
  • Tips
  • Vitaminsea
  • Wisata Alam
  • Wisata Hits
  • Wisata Keluarga
  • Wisata Sejarah

About us

  • Home
  • Contact Us
  • Disclosure Policy
  • Sitemap

blog borobudur bromo bukitteletubies Cerita Reyog Ponorogo dieng Gunung Lembu Gunung Putri Tidur Gunung Rinjani Gunung Semeru jawa timur Kalimantan Selatan Kawah Jonggring Saloko Kota Bandung kota batu Kota Malang kotamalang Kota Rantau Kota Tulungagung kuliner malang Malam satu Suro mendaki gunung Pantai di Jawa Timur Pantai Di Malang Pantai Jatim pantai papuma Pantai Pasir Putih Tulungagung Pantai selatan pasirberbisik pasir putih patak banteng Pendakian Gunung Lawu Pesarean Gunung Kawi prambanan Pulau Bali pulau seribu Ranu Kumbolo Stasiun Kota Baru Malang Sungai Brantas sunrise travel wisata candi Wisata Goa di Jatim Wisata telaga sarangan yogyakarta

©2026 jejak | WordPress Theme by SuperbThemes