Catatan Perjalanan

Nias Island Dan Pesona Nya

Pagi yang indah di Taman Yaahowu

Yaahowu! ini adalah sapaan khas orang Nias yang diucapkan ketika bertemu.

Yup! Kali ini kita ada di Pulau Nias, sebuah pulau dengan pantai pantai nya yang indah dan adat istiadat serta budaya nya yang beragam. Menempuh perjalanan sekitar 1 Jam dari Bandara Kualanamu, sampailah kita di Bandara Binaka Gunungsitoli-Nias. Perjalanan ke Nias juga bisa menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Sibolga tapi memakan waktu agak lama. Udara hari itu cukup bersahabat tidak terik dan juga tidak hujan, udara di Nias lumayan panas karna berada di pinggir laut. Tapi ada sebagian wilayah juga  yang berada di perbukitan dan disana udaranya lebih adem.

Dan karna sudah memasuki libur lebaran maka waktu kita lumayan cukup untuk bermain di beberapa destinasi tempat wisata yang ada di Nias ini. Masyarakat Nias mayoritas beragama Nasrani jadi suasana bulan puasa di pulau ini tidak terlalu terasa di banding dengan tempat lain, tapi tenang saja kerukunan beragama di sini luar biasa, karna KITA SEMUA BERSAUDARA. Asekk

Selama berada di Nias, ada beberapa tempat yang kita kunjungi dan lebih banyak sih wisata pantai ya, jadi siap siap saja untuk gosong heheh. Namanya juga piknik yah Ojo Ngeluh. Santai saja!

Taman Yaahowu, Kota Gunungsitoli

Taman ini dulunya nya adalah sebuah pelabuhan laut, tapi sekarang di jadikan taman kota dan menjadi salah satu ikon dari kota Gunungsitoli. Meskipun tergolong baru tapi tempat ini merupakan tempat favorit warga untuk berkumpul, santai dan bahkan kalau pagi hari jadi tempat ber olahraga sebagian warga. Karna lokasi nya di tengah kota maka tempat ini selalu ramai dari pagi  sampai malam hari.

Dan tempat ini juga salah satu spot yang pas untuk menikmati sunrise di pagi hari, dan sudah berapa kali pagi gue menikmati sunrise yang cantik di tempat ini. Waktu yang tepat untuk menikmati sunrise dari Jam 06.00 sampai Jam 06.30, dan karna jam segitu angin laut masih kenceng kenceng nya disarankan untuk memakai jacket agar tidak masuk angin.

Sunrise di Taman Yaahowu

Rumah Adat, Desa Tumori, Gunungsitoli Barat

Tidak jauh dari kota Gunungsitoli kita melipir ke Desa Tumori , sebuah desa budaya yang memiliki rumah adat dalam jumlah banyak dan masih terawat, ada sekitar 10 rumah adat di desa ini dan semuanya berdiri di pinggir jalan sehingga tidak susah untuk mencarinya.

Rumah adat Nias Desa Tumori

Rumah adat atau dalam bahasa Nias disebut Omo Hada adalah bangunan awal masyarakat Nias pada zaman dahulu, yaitu berbentuk rumah panggung yang menggunakan kayu dan atap rumbia sebagai bahan pembuatan nya, tapi karna perkembangan zaman sudah tidak dibangun lagi rumah dengan model seperti ini selain biaya pembuatan yang mahal, dari segi kepraktisan juga kurang padahal bangunan ini anti gempa loh.

Di beberapa wilayah tertentu bahkan ada beberapa rumah adat yang dibiarkan rubuh oleh pemilik nya karna keterbatasan dana untuk perawatan nya, sayang sekali.

Udara siang itu panas terik jadi kita cuma mampir sebentar untuk foto depan rumah adat nya, tapi sebelum nya minta ijin dulu sama orang rumah ya, harus sopan.

Museum Pusaka Nias, Kota Gunungsitoli

Museum Pusaka Nias

Museum ini menyimpan koleksi benda bersejarah masyarakat Nias, jadi cocok untuk wisata sejarah, sayang nya waktu kesini museum sudah tutup, tapi kita masih bisa menikmati sisi lain dari museum ini. Di area museum terdapat kebun binatang mini, buat anak anak kecil pasti akan sangat senang diajak kesini. Di area ini ada juga rumah adat yang cocok buat selpi selpi.

Belakang museum, bisa bermain air dilaut

Dan buat yang ingin merasakan menginap di rumah adat juga di sediakan paket menginap, jadi berasa kaya orang orang jaman dulu hehe. Karna museum ini berada di pinggir pantai maka disediakan spot berenang di laut buat para pengunjung, tapi bayar dulu ya. Dan kita menghabiskan sore ini sambil main air.

Taman Doa Bunda Maria, Desa Fodo

Taman Doa Bunda Maria

Awalnya taman ini adalah sebuah pantai yang berfungsi sebagai tempat wisata, tapi kemudian di jadikan sebagai tempat wisata rohani, dalam taman ini terdapat patung Bunda Maria dan Patung Yesus.

Pengunjung dapat berdoa di tempat ini dan juga bisa berfoto foto di berbagai spot. Selalu menjaga kebersihan ya dan tidak berisik.

Air Terjun Humogo, Idanoi

Air Terjun Humogo

Selain wisata pantai, ternyata Nias juga memiliki objek wisata yang lain, yaitu Air terjun Humogo yang  berlokasi di Idanoi, sekitar 1 Jam dari kota Gunungsitoli.

Setelah parkir kendaraan di warung, masih harus menyusuri trek ke arah air terjun sekitar 15 menit, jalur nya yang terjal cukup membuat ngos ngosan siang itu hehe, tapi setelah sampai di lokasi capek nya hilang melihat keindahan yang tersembunyi ini, waktu itu gak ada pengunjung lain selain kita jadi kita menikmati siang itu di temani air terjun dan suara binatang hutan, aseekk

Air terjun ini ada 3 tingkatan dan siang itu kita cukup menikmati saja sambil berfoto, karna kita tidak membawa baju ganti, jadi “no basah basahan”. Tempat ini masih alami jadi tidak melihat yang namanya sampah plastik, itu artinya tempat ini jarang dikunjungi orang atau pengunjung nya yang sudah sadar akan kebersihan.

Walaupun air terjun ini jauh dari rumah penduduk dan siang itu tidak ada pengunjung lain selain kita, so far tempatnya aman meskipun di pinggir hutan, sempet serem juga sih.

Pantai Tureloto, Nias Utara

Pantai Tureloto yang terkenal dengan karang nya yang indah

Menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari kota Gunungsitoli, sampailah kita ke Pantai Tureloto, pantai ini berlokasi di Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara.

Ada yang bilang kalau Pantai ini “Laut Mati nya Indonesia”, kenapa disebut begitu karna kadar garam yang ada di pantai ini sangat tinggi sehingga orang bisa mengapung ketika berenang dan tidak tenggelam, tapi kita belum membuktikan nya sih. Kita lebih memilih menikmati pantai dengan duduk di pondok yang ada di area pantai.  Santai kaya di pantai, lah emang di pantai hehe

Pemandangan yang sangat indah, perpaduan warna yang cantik

Pantai ini juga di memiliki hamparan batu karang yang cantik, pasir nya yang putih dan air nya yang bening, jadi pada tahun 2005 silam ketika gempa melanda kepulauan Nias, air laut di tempat ini surut sehingga mengakibatkan bibir pantai menjadi lebih luas dan batu batu karang muncul ke permukaan. Tempat ini sangat instagramable banget pokoknya, dari sudut manapun juga pemandangan nya tetap indah.

Pantai Pasir Merah, Afulu-Nias Utara

Pantai Pasir Merah

Masih di Wilayah Kabupaten Nias Utara, ada sebuah pantai yang pasirnya berwarna merah atau dalam bahasa Nias disebut “Gawu Soyo”.

Pertama kali lihat pantai ini gue langsung jatuh cinta, kenapa? Yah karna dia Cantik, asekkk heheh. Pasir nya yang berwarna merah dengan pemandangan pohon kelapa yang berjejer di sepanjang bibir pantai ditambah angin sepoi sepoi dan suara ombak sukses membuat “Baper” saat itu hahaha.

Ombak disini sangat besar, jadi agak beresiko untuk berenang

Ombak di pantai ini sangat tinggi ya jadi tidak disarankan untuk berenang, kecuali bagi mereka yang sudah ahli. Masih sedikit pengunjung yang datang sehingga fasilitas yang tersedia juga minim, tapi justru hal yang seperti ini lebih bagus menurut gue karna pantai jadi terlihat lebih natural, tanpa sentuhan, jiahhh.

Dan tips yang penting ketika main ke pantai adalah JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, kalau mantan sih boleh hehehe.

Gimana, Kapan Mau Ke Nias? ^_^

Related posts

Main Main Ke Kota Kembang Bandung

Apriel Mendrofa

Dieng Negri Diatas Awan

Apriel Mendrofa

Jejak Lentera Peduli

Apriel Mendrofa

Leave a Comment