Catatan Perjalanan

Candi Kembar Yang Cantik : Candi Plaosan

Ibarat jamur yang tumbuh dimusim penghujan, daerah Jogjakarta memiliki banyak sekali candi peninggalan leluhur. Candi-candi ini tersebar di berbagai daerah seperti Kalasan, Prambanan dan sekitarnya. Sebut saja Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Ratu Boko, Candi Sambisari, Candi Kalasan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Plaosan dan masih ada beberapa lagi candi lainnya yang menjadi bukti sejarah masa lalu.

Dan kali ini kami akan mengunjungi sebuah candi yang berjarak sekitar 1.5 km dari komplek Candi Prambanan. Candi ini tidak kalah cantik dari candi-candi lainnya di Jogjakarta dan sering juga disebut dengan candi kembar, namanya adalah Candi Plaosan.

Sejarah Candi Plaosan

Setelah puas mengunjungi beberapa tempat wisata yang indah di Magelang, siang itu kami langsung kembali ke Jogja menuju daerah Malioboro. Kami akan menginap disalah satu hotel yang berada di jalan yang fenomenal itu dan selanjutnya akan meneruskan petualangan kembali.

Ketika matahari sudah tidak terik lagi, kami keluar dari hotel menuju daerah dimana Candi Plaosan berada. Melewati jalan jalan baru yang tidak pernah dilewati sebelumnya jadi pengalaman menarik dalam sebuah perjalanan. Seperti kata pepatah “Banyak berjalan banyak dilihat” maka selalu saja ada hal baru yang kami temukan dalam perjalanan. 

Setelah berkendara selama 45 menit, sampai juga kami di Candi Plaosan yang berada di Dukuh Plaosan Desa Bugisan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten, perbatasan Provinsi DIY dan Jawa Tengah. Walaupun Candi Plaosan berada di persawahan dan perkebunan warga, tapi akses ke sini sangat mudah dan memberikan pemandangan yang indah. 

Candi yang sering disebut candi kembar ini adalah candi bercorak Budha yang oleh para ahli diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari kerajaan Mataram Hindu pada awal ke 9 masehi.

Rakai Pikatan yang beragama Hindu dan berasal dari wangsa Sanjaya membangun Candi Plaosan untuk dipersembahkan kepada kekasihnya bernama Pramodyawardani yang beragama Budha dan berasal dari wangsa Syailendra. Ini artinya Bangunan ini bisa menyatukan sekat perbedaan, bukti nyata toleransi umat beragama pada masa lampau dan juga menjadi tanda bersatunya dua wangsa besar ; Syailendra dan Sanjaya.  

Desa mawa cara, Negara mawa tata

Candi Plaosan Lor Dan Plaosan Kidul

Baru saja menginjakkan kaki di komplek candi, tiba tiba hujan turun membasahi bumi. Gapura candi yang memiliki ruang kosong menjadi tempat kami berteduh sambil menyaksikan rintik rintik air. Hujan selalu meninggalkan Kenangan eh Genangan hehe.   

Candi Plaosan merupakan komplek bangunan kuno yang terbagi dalam dua bagian yaitu komplek Candi Plaosan Lor (Utara) dan komplek Candi Plaosan Kidul (Selatan). Kedua komplek candi ini dipisahkan oleh jalan desa dan jaraknya tidak terlalu jauh.

Candi Plaosan Lor : sebuah komplek percandian yang luas, didepan komplek terdapat patung arca yang saling berhadapan. Memiliki dua candi utama yang mirip membuat candi ini disebut sebagai candi kembar, kedua candi utama ini digambarkan sebagai tokoh laki laki dan tokoh perempuan. Komplek Candi Plaosan Lor dikelilingi oleh 58 candi perwara dan 116 stupa.

Candi Plaosan Kidul : terletak di bagian selatan Candi Plaosan Lor. Dikomplek Plaosan Kidul tidak ditemukan bangunan candi utama, hanya ada beberapa candi perwara saja. Dan komplek Candi Plaosan jauh lebih kecil dari Plaosan Lor.

Fyi, kenapa Candi Plaosan disebut sebagai candi kembar, itu karna Candi Plaosan memiliki dua bangunan bangunan utama yang mirip dan letaknya bersebelahan. Dan itu hanya ada di komplek Candi Plaosan Lor saja, karna di Plaosan Kidul tidak ditemukan bangunan utama.

Karna Komplek Candi Plaosan Lor sudah tertata dengan rapi, memiliki candi utama yang cantik, bangunan candi sudah banyak yang dipugar maka para pengunjung lebih banyak yang datang kesini daripada ke Candi Plaosan Kidul, termasuk kami.

Di area Candi Plaosan masih banyak ditemui batu batu bertumpuk yang merupakan reruntuhan bangunan candi yang sampai saat ini belum disusun dan dipugar. Walaupun dibiarkan bertumpuk begitu saja tapi batu batu ini adalah peninggalan sejarah dan bagian dari sejarah masa lalu.

Candi Cantik Dengan Sunset Cantik Dan Sunrise Cantik

Dua tahun yang lalu tepatnya Oktober 2017 kami pernah berkunjung ke candi ini, tapi waktu itu kami datang agak sore dimana jam berkunjung sudah habis sehingga kami tidak bisa masuk lagi. Ternyata jam berkunjung ke Candi Plaosan hanya sampai jam 5 sore saja, jadi jika mau datang kesini usahakan tidak datang terlalu sore. 

Ketika waktu berkunjung segera habis, maka petugas akan memberi pengumuman lewat pengeras suara untuk segera bersiap meninggalkan kawasan candi. Dan ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 maka petugas akan berkeliling untuk men-sterilkan kawasan candi dari pengunjung.

Tapi jangan kecewa ataupun buru buru pulang jika sudah dipersilahkan keluar dari kawasan candi, pengunjung masih bisa menikmati keindahan candi dari luar komplek candi sambil menunggu matahari terbenam atau sunset. Ini adalah salah satu keistimewaan Candi Plaosan karna menghadirkan pemandangan Sunrise cantik di pagi hari dan Sunset yang indah di sore hari. 

Pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit dan matahari terbenam di area persawahan dan perkebunan warga yang ada disekitar candi. Dari sini pemandangan terlihat jelas karna merupakan lahan terbuka yang tidak terhalang oleh pepohonan tinggi maupun bangunan tinggi. 

Setiap menjelang sunrise dan menjelang sunset akan terlihat beberapa pengunjung yang datang mengabadikan moment tersebut melalui foto maupun video.

Candi ini juga sering dijadikan sebagai lokasi foto prewed bagi calon pengantin, selain karna candi nya yang cantik pemandangan alam sekitar juga menambah keindahan foto.

Jam buka : Senin sampai minggu dari pukul  08.00 – 17.00

Tiket Masuk : kami berkunjung kesini pada bulan November 2019, dan saat itu tidak membayar tiket alias free cukup mengisi buku tamu saja.

Tempat parkir : dikelola oleh warga setempat yang menggunakan halaman rumahnya sebagai tempat parkir kendaraan para pengunjung candi.

Parkir motor Rp. 2.000

Selain cantik Candi Plaosan adalah simbol toleransi umat beragama di masa lampau, hidup berdampingan dengan damai tanpa mempersoalkan masalah perbedaan. 

Nah jika kalian ada rencana berkunjung ke Jogja dan ingin berwisata ke Candi Prambanan, tidak ada salahnya jika kalian mengunjungi Candi kembar ini setelahnya karna lokasi Candi Plaosan tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan.

Related posts

Pengalaman Pertama Kedinginan Di Gunung Bromo

Apriel Mendrofa

Camping Ceria Di Datar Kolle

Apriel Mendrofa

Suatu Siang Di Museum Kereta Api Ambarawa

Apriel Mendrofa

Leave a Comment

You cannot copy content of this page